Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Mei 2024 | 21.50 WIB

Sudah Beroperasi, Apakah Bandara Dhoho Kediri Siap Digunakan untuk Penerbangan Haji? Begini Penjelasan Pemkab

Ilustrasi ibadah haji./Jawa Pos - Image

Ilustrasi ibadah haji./Jawa Pos

JawaPos.com - Bandara Dhoho kini telah beroperasi melayani penerbangan lokal. Mendekati pelaksanaan ibadah haji, tentu ada harapan dari sejumlah warga Kediri bahwa bandara internasional tersebut bisa melayani pemberangkatan jemaah haji.

Sayangnya, harapan tersebut belum dapat terlaksana tahun ini, karena Bandara Dhoho dianggap belum siap untuk melayani pemberangkatan jemaah haji.

Menurut Pemkab Kediri, selain waktu keberangkatan yang sudah mepet, Kediri juga belum memiliki embarkasi sendiri bagi jemaah calon haji wilayah setempat.

"Kalau tahun ini belum bisa melayani pemberangkatan jemaah haji karena belum ada embarkasi untuk menampung para jemaah yang akan menuju Tanah Suci," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri, Sukadi seperti dikutip dari Radar Kediri.

Ia menambahkan, pembangunan embarkasi di Kediri akan menjadi proyek jangka panjang, sehingga tidak mungkin terealisasi tahun ini.

Maka dari itu, untuk pemberangkatan haji dari wilayah Kediri tahun ini masih melalui Surabaya. Sementara itu, pihaknya saat ini lebih fokus dalam hal pengembangan Bandara Dhoho.

Sebagai informasi, jemaah calon haji dari Kediri rencananya diberangkatkan ke Tanah Suci pada akhir Mei mendatang. Setidaknya ada sekitar 1.400 orang yang masih antre menunggu penerbitan visa dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur.

Sedangkan jumlah jemaah dari kabupaten Kediri yang siap diberangkatkan adalah 1.109, yang terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 73, 74, dan 75.

Sementara itu, untuk jumlah jemaah dari kota Kediri adalah sebanyak 304 orang yang termasuk dalam kloter 76.

Seluruh jemaah baik dari kabupaten maupun kota Kediri akan menuju ke Asrama Haji Surabaya pada 31 Mei mendatang sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

Namun sebelum bertolak dari Kediri, para jemaah akan menjalankan manasik haji pada 12 Mei mendatang.

Bagi jemaah yang tergolong lansia atau disabilitas, pihak keluarga tidak perlu khawatir karena pihak Kemenag membuka penggabungan keberangkatan.

Dengan kata lain, nantinya akan ada pendampingan oleh keluarga atau kerabat dari jemaah lansia atau disabilitas untuk melaksanakan ibadah haji.

Mekanismenya, pendamping telah terdaftar haji minimal lima tahun sejak 2013. Dan harus melalui pengajuan terlebih dahulu ke kantor kemenag daerah.

Untuk ibadah haji tahun ini, terdapat tiga jemaah lansia asal kota Kediri. Dua diantaranya didampingi oleh keluarganya, dan satu lainnya berangkat sendiri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore