Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Maret 2024 | 23.55 WIB

Soal ASN Ikut Antre Pasar Murah Saat Jam Kerja, BKD Blora Sebut Boleh atau Tidaknya Tergantung Penyelenggara

Beberapa pegawai pemerintah berseragam dinas yang terpantau ikut mengantre pasar murah di halaman PT BPH pada hari Selasa (26/3) kemarin./Istimewa/Radar Bojonegoro - Image

Beberapa pegawai pemerintah berseragam dinas yang terpantau ikut mengantre pasar murah di halaman PT BPH pada hari Selasa (26/3) kemarin./Istimewa/Radar Bojonegoro

JawaPos.com – Pada kegiatan pasar murah yang diselenggarakan oleh PT Blora Patragas Hulu (BPH) di halaman kantornya hari Selasa (26/3) kemarin, tampak beberapa pegawai pemerintahan berseragam dinas juga turut berbelanja.

Para ASN itu ikut mengantre berbelanja sembako murah di saat jam kerja.

Antrean berbelanja sembako di pasar murah itu terlihat sejak pukul 09.00 WIB kemarin. Sembako yang dijual di pasar murah itu meliputi beras dengan harga Rp 51 ribu per lima kilogram, telur seharga Rp 26 ribu per kilogram, dan minyak goreng seharga Rp 15 ribu per kilogram.

Seperti dilansir dari Radar Bojonegoro (JawaPos Group), para pegawai pemerintah dengan pakaian dinas itu secara beriringan ikut mengantre dan membeli sembako yang dijual di pasar murah tersebut.

Mereka datang ke lokasi dengan menggunakan mobil berpelat merah dan digunakan juga untuk mengangkut sembako yang dibeli di sana.

Ketika ditanya terkait boleh atau tidaknya ASN berbelanja di pasar murah, Direktur Utama PT BPH, Heri Slamet Haryadi menjelaskan bahwa pasar murah yang diselenggarakan pihaknya memang bersifat umum. Sehingga tidak ada batasan yang mengatur dan siapa saja boleh berbelanja di sana.

“Karena terbuka untuk umum, mungkin ASN tahu sehingga ikut ke sini. Tidak ada anjuran dan tidak ada Batasan. Jadi, bebas,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa masyarakat yang membeli pasar murah di tempatnya itu juga dibatasi dengan hanya dua kilogram untuk gula, minyak goreng, dan telur.

Sedangkan untuk beras maksimal sepuluh kilogram. Sehingga dengan begitu tidak ada tengkulak yang memanfaatkan momen pasar murah tersebut.

Ia juga menegaskan pihaknya tetap memprioritaskan masyarakat tidak mampu dalam pasar murah tersebut dan digelar di tiga lokasi. Lokasi pertama di halaman Kantor PT BPH, lalu pada 31 Maret di area Wisata Goa Sentono Menden, dan 1 April di Pasar Wora-Wari Ngloram. Seluruh kegiatan pasar murah itu dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

“Kami kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan pasar murah ini. Salah satunya adalah pihak Bulog,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora Heru Eko Wiyono menyampaikan bahwa terkait ASN yang kedapatan ikut berbelanja di pasar murah, pihaknya mengembalikan kepada penyelenggara pasar murah tersebut. Tentang apakah ASN boleh ikut berbelanja di pasar murah tersebut atau tidak.

“Mungkin juga ASN yang ikut berbelanja di pasar murah itu dari golongan satu di OPD. Ditanyakan saja ke penyelenggara pasar murahnya,” ucap dia.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore