
Ilustrasi begal
JawaPos.com–Warga Kota Malang akhir-akhir ini ramai dengan informasi dugaan kasus pembegalan yang beredar di media sosial. Ternyata meskipun ramai dibicarakan di media sosial tetapi belum ada satu korban pun yang melapor ke polisi.
Seperti dilansir dari Radar Malang (JawaPos Group) Polresta Malang menyatakan, hingga Kamis (18/1) tidak ada laporan yang masuk terkait kasus begal. Hal itu sangat berbanding terbalik jika menengok informasi di media sosial warga Kota Malang.
Berdasar informasi di media sosial, kasus begal sudah sering terjadi terhitung sejak malam tahun baru 2024. Pada malam 1 Januari saja sudah terjadi dua kejadian di wilayah Sawojajar.
Kejadian pertama diketahui pada pukul 00.30 WIB dini hari. Dialami sepasang pria dan perempuan yang sedang berboncengan lalu diberhentikan dua orang tak dikenal di Jalan Danau Toba, Sawojajar.
Para pelaku begal membawa senjata tajam dan sempat mengayunkan hingga mengenai kepala korban. Kejadian begal kedua di malam itu terjadi di simpang tiga kantor BTN Jalan Danau Toba.
Kejadian selanjutnya yang ramai di media sosial dan terjadi di depan kompleks SD/SMP/SMA Katolik Cor Jessu, Jalan Jaksa Agung Suprapto beberapa hari kemarin. Kejadian begal terbaru yang beredar di masyarakat terjadi pada Selasa (16/1) malam di depan Masjid Sabilillah, Jalan A. Yani, Kota Malang.
Kapolresta Malang Kota Komisaris Besar (Kombes) Polisi Budi Hermanto mengatakan, pihaknya akan terus memastikan keamanan masyarakat Kota Malang. Meskipun belum menerima laporan, dia mengaku sudah menurunkan tim untuk menindaklanjuti informasi aksi begal di media sosial.
”Kami tetap melakukan patroli rutin, termasuk mendalami informasi yang beredar di masyarakat,” ujar Budi Hermanto.
Polresta Kota Malang juga sudah melakukan profiling terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku begal. Tetapi belum bisa melakukan penangkapan karena bukti yang dikumpulkan masih belum cukup.
”Kami sudah melakukan profiling terhadap pelaku. Karena bisa saja pelaku adalah residivis kejahatan jalanan. Namun harus juga didukung informasi saksi di tempat kejadian perkara (TKP) agar ciri-ciri yang disampaikan bisa sesuai dan terkonfirmasi,” kata Budi Hermanto.
Dia menyampaikan, kepolisian sudah meminta keterangan dari beberapa orang yang mengunggah video dugaan aksi begal di media sosial. Polisi terus mencari saksi kunci sampai melakukan identifikasi dari CCTV.
Sementara itu, untuk kejadian di Sawojajar mulai diperiksa polisi pada Kamis (18/1). Sedangkan kejadian di Masjid Sabilillah masih belum diperiksa.
Lebih lanjut dia mengatakan, kepolisian masih terus melakukan pengamanan di lapangan. Seperti menggelar operasi gabungan, operasi blue light, dan penjagaan di masing-masing polsek.
Tujuan operasi itu untuk mengantisipasi aksi begal di lokasi yang tidak terpantau CCTV. Polresta mengharapkan masyarakat langsung melapor jika mengalami kasus serupa agar pihak kepolisian bisa mendapat informasi tentang pelaku.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
