Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Januari 2024 | 02.07 WIB

Kota Malang Rawan Begal Tapi Nihil Pelapor, Kapolresta Malang Kota: Tak Ada Korban Melapor Sulitkan Aparat

Ilustrasi begal - Image

Ilustrasi begal

JawaPos.com–Warga Kota Malang akhir-akhir ini ramai dengan informasi dugaan kasus pembegalan yang beredar di media sosial. Ternyata meskipun ramai dibicarakan di media sosial tetapi belum ada satu korban pun yang melapor ke polisi.

Seperti dilansir dari Radar Malang (JawaPos Group) Polresta Malang menyatakan, hingga Kamis (18/1) tidak ada laporan yang masuk terkait kasus begal. Hal itu sangat berbanding terbalik jika menengok informasi di media sosial warga Kota Malang.

Berdasar informasi di media sosial, kasus begal sudah sering terjadi terhitung sejak malam tahun baru 2024. Pada malam 1 Januari saja sudah terjadi dua kejadian di wilayah Sawojajar.

Kejadian pertama diketahui pada pukul 00.30 WIB dini hari. Dialami sepasang pria dan perempuan yang sedang berboncengan lalu diberhentikan dua orang tak dikenal di Jalan Danau Toba, Sawojajar.

Para pelaku begal membawa senjata tajam dan sempat mengayunkan hingga mengenai kepala korban. Kejadian begal kedua di malam itu terjadi di simpang tiga kantor BTN Jalan Danau Toba.

Kejadian selanjutnya yang ramai di media sosial dan terjadi di depan kompleks SD/SMP/SMA Katolik Cor Jessu, Jalan Jaksa Agung Suprapto beberapa hari kemarin. Kejadian begal terbaru yang beredar di masyarakat terjadi pada Selasa (16/1) malam di depan Masjid Sabilillah, Jalan A. Yani, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota Komisaris Besar (Kombes) Polisi Budi Hermanto mengatakan, pihaknya akan terus memastikan keamanan masyarakat Kota Malang. Meskipun belum menerima laporan, dia mengaku sudah menurunkan tim untuk menindaklanjuti informasi aksi begal di media sosial.

”Kami tetap melakukan patroli rutin, termasuk mendalami informasi yang beredar di masyarakat,” ujar Budi Hermanto.

Polresta Kota Malang juga sudah melakukan profiling terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku begal. Tetapi belum bisa melakukan penangkapan karena bukti yang dikumpulkan masih belum cukup.

”Kami sudah melakukan profiling terhadap pelaku. Karena bisa saja pelaku adalah residivis kejahatan jalanan. Namun harus juga didukung informasi saksi di tempat kejadian perkara (TKP) agar ciri-ciri yang disampaikan bisa sesuai dan terkonfirmasi,” kata Budi Hermanto.

Dia menyampaikan, kepolisian sudah meminta keterangan dari beberapa orang yang mengunggah video dugaan aksi begal di media sosial. Polisi terus mencari saksi kunci sampai melakukan identifikasi dari CCTV.

Sementara itu, untuk kejadian di Sawojajar mulai diperiksa polisi pada Kamis (18/1). Sedangkan kejadian di Masjid Sabilillah masih belum diperiksa.

Lebih lanjut dia mengatakan, kepolisian masih terus melakukan pengamanan di lapangan. Seperti menggelar operasi gabungan, operasi blue light, dan penjagaan di masing-masing polsek.

Tujuan operasi itu untuk mengantisipasi aksi begal di lokasi yang tidak terpantau CCTV. Polresta mengharapkan masyarakat langsung melapor jika mengalami kasus serupa agar pihak kepolisian bisa mendapat informasi tentang pelaku.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore