
Dikira besi biasa, waktu dilakukan pengelasan ternyata meledak karena mortir. (Radar Madura)
JawaPos.com - Pengusutan kasus ledakan di Desa Kamal, Madura pada Jumat (29/12) lalu memasuki babak baru. Kasatreskrim Polres Bangkalan menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus yang menewaskan warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan.
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Heru Cahyo Saputro mengatakan ketujuh tersangka ini akan mendekam di sel tahanan mapolres Bangkalan.
Penetapan ketujuh orang tersebut sebagai tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan beberapa tahapan penyelidikan. "Para tersangka dijerat pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951," ujarnya kepada Radar Madura (JawaPos Group) Dilansir Senin (1/1).
Menurut dia, peran para tersangka dalam kasus tersebut terbagi dalam lima klaster. Yaitu terdiri dari penemu barang, pembantu penarik barang, penjual, pengelas dan pemilik gudang.
Dijelaskan sebelum terjadi ledakan, Solihin hendak mengelas lempengan baja yanng dikiranya adalah besi biasa. Namun saat melakukan pengelasan, Solihin menggunakan mortir sebagai penyangga.
"Akibatnya menghasilkan panas dan menyebabkan mortir mengeluarkan asap hingga akhirnya meledak," katanya.
Ditambahkan, Moh Hori mendapatkan barang tersebut dari Mohammad Imron seharga Rp 500 ribu per biji. Imron mendapatkan barang tersebut dari dasar laut di perairan selat Madura.
Saat melakukan penyelaman di dasar laut, dia dibantu rekan-rekannya yakni Mat Jappar dan Mohammad Rofik.
"Sementara Slamet Sugianto dan Achmad Umar Faroek berperan sebagai orang yang membantu proses evakuasi mortir dari perairan ke daratan. Mereka menggunakan perahu saat mengambil barang itu," paparnya.
Heru menuturkan mortir itu diambil dari dasar laut dari kedalaman 15 meter. Saat mencari besi di dasar laut, para tersangka menggunakan magnet.
"Jika keberadaan besi berada dibawah 30 meter, maka bisa diangkat ke permukaan laut," tambahnya.
Sebelumnya penyelam hanya menemukan satu mortir. Kemudian keesokan harinya mereka kembali menemukan tiga mortir. Heru menduga mortir itu merupakan sisa-sisa peralatan yang digunakan saat perang kemerdekaan.
Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya mengatakan berdasarkan hasil identifikasi sementara terdapat tiga benda yang diduga mortir masih aktif. Barang itu diduga dibeli oleh pemilik rongsokan besi tua.
Satu mortir berada di tempat kejadian perkara (TKP) satu mortir berada di area Pelabuhan Kamal dan satu selongsong mortir ditemukan di sekitar TKP.
Usai kejadian terdapat enam orang yang menjadi korban ledakan. Satu korban meninggal dan lima lainnya mengalami luka-luka. Korban meinggal dunia adalah Gugus Kuspontiaksi berusia 55 tahun warga asal Desa Banyuajuh Kecamatan Kamal, Madura.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
