
Trofi Piala Dunia U-17. (radar semarang)
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya maksimal mendukung pelaksanaan FIFA World Cup U-17 yang dihelat di Jatim pada 10 November - 2 Desember.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, pihaknya menyiagakan selama 24 jam seluruh tenaga kesehatan (nakes) dan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di sekitar venue yang digunakan untuk FIFA World Cup U-17. Total, jumlah tim medis yang terlibat di masing-masing venue sudah siaga sebanyak 368 personel.
Tim Medis dikoordinir Dinkes Provinsi itu berasal dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Sidoarjo. Anggota tim akan bertugas di beberapa titik yaitu di venue latihan, venue pertandingan/matchday, hingga venue non matchday serta hotel.
”Saya meminta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim berkoordinasi dengan pihak kabupaten/kota terutama Kota Surabaya tentang kesiapan nakes dan fasyankes terdekat dengan penginapan, sarana latihan pemain hingga tempat bertanding. Kita siagakan 24 jam penuh. Persiapan terkait pelayanan kesehatan ini telah kami mulai sejak 27 Oktober,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin (6/11).
Gubernur Khofifah mengatakan, rumah sakit yang ditunjuk telah berkomitmen untuk memenuhi spesifikasi dan permintaan dari FIFA melalui PSSI. Selain itu, dia juga telah menyampaikan surat kepada setiap rumah sakit terkait penyiagaan nakes dan fasyankes.
Terdapat delapan rumah sakit (RS) rujukan yang telah ditunjuk dalam penyelenggaraan FIFA WC U-17 di Surabaya. Yakni RSUD Soetomo, RSUD BDH Surabaya, RS Mitra Keluarga Satelit Surabaya, RS National Hospital, RS PHC Surabaya, RS Semen Gresik, RS Mayapada Surabaya, serta RS Premiere.
Di setiap rumah sakit tersebut disiagakan penuh ruangan (IGD, rawat jalan, rawat inap) yang dikhususkan untuk atlet, official, referee, delegasi FIFA, dan VVIP. Ketersediaan tenaga medis juga termasuk spesialis sesuai kebutuhan juga di-standby-kan. Tak hanya itu, kecepatan penanganan sangat dibutuhkan dengan alur pelayanan dan pemeriksaan yang tersendiri.
”Setiap fasyankes dipastikan memberikan layanan terintegrasi dengan efisien yang dapat diakses secara online. Kami telah menunjuk PIC untuk masing-masing RS selama penyelenggaraan. Sementara, pembiayaan atlet, official, dan referee ditanggung asuransi secara cashless maupun reimburse,” ungkap khofifah.
Dukungan kesehatan yang disiapkan dan disiagakan, lanjut Khofifah meliputi penyediaan layanan kesehatan yang terdiri atas 1 dokter, 2 perawat, 1 driver, & 1 ambulans. Juga, penyediaan layanan medis untuk atlet di venue kompetisi, venue latihan, dan di venue non-kompetisi.
”Selain itu, dukungan ini juga berupa adanya jaringan rumah sakit rujukan yang dibentuk untuk melaksanakan layanan pada kegawatdaruratan medis dan layanan rujukan kasus gawat darurat,” terang Khofifah.
”Semoga dengan kesiapan dan menyiagakan seluruh tim kesehatan seluruh rangkaian FIFA World Cup dapat berjalan lancar, sehat dan selamat hingga akhir kegiatan dan membawa harum nama Indonesia di persepakbolaan dunia,” ujar Khofifah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
