Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 September 2026 | 21.29 WIB

752 Siswa SMAN 1 Lasem Rembang Diduga Keracunan MBG Hingga Diare, Toilet Sekolah Tak Mampu Menampung

Sebanyak 752 siswa dan 25 guru di SMAN 1 Lasem Rembang diduga mengalami keluhan kesehatan seperti diare, lemas, pusing, mual hingga muntah-muntah setelah menyantap makanan MBG. (Radar Kudus) - Image

Sebanyak 752 siswa dan 25 guru di SMAN 1 Lasem Rembang diduga mengalami keluhan kesehatan seperti diare, lemas, pusing, mual hingga muntah-muntah setelah menyantap makanan MBG. (Radar Kudus)

JawaPos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, membuat aktivitas sekolah kacau. Sebanyak 752 siswa dan 25 guru diduga mengalami keluhan kesehatan seperti diare, lemas, pusing, mual hingga muntah-muntah setelah menyantap makanan MBG.

Akibatnya peristiwa itu, aktivitas belajar mengajar pada Kamis (3/9) terganggu.
Pihak sekolah akhirnya menghentikan sementara kegiatan pembelajaran dan memulangkan seluruh siswa lebih awal.

Dilansir Radar Kudus (Jawa Pos Group), Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan kejadian tersebut diduga berkaitan dengan makanan MBG yang diterima sekolah pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Makanan tersebut berasal dari Dapur SPPG Soditan dan kemudian dibagikan kepada para siswa saat jam istirahat sekitar pukul 11.45 WIB.

Menu yang disajikan terdiri atas nasi, ayam bakar, sambal, lalapan, tempe goreng, serta buah semangka.

Keluhan kesehatan mulai dilaporkan pada Rabu malam. Namun, saat itu jumlah laporan masih terbatas sehingga belum menunjukkan adanya kejadian yang bersifat massal.

Situasi berubah pada Kamis pagi. Laporan dari berbagai kelas meningkat tajam. Sejumlah kelas bahkan melaporkan puluhan siswa mengalami gangguan kesehatan.

"Tadi pagi ternyata laporannya satu kelas ada yang 20 anak, ada yang 31 anak. Total ada 752 siswa dari 1.174 siswa dan 25 guru yang terdampak. Gejalanya diare, lemas, pusing, bahkan ada yang muntah-muntah di sekolah," ujar Juhartutik, Kamis (3/9/2026).

Banyaknya siswa yang mengalami diare dan sakit perut membuat kondisi sekolah menjadi tidak kondusif. Fasilitas toilet yang tersedia bahkan tidak mampu mengakomodasi banyaknya siswa yang harus bolak-balik karena mengalami keluhan tersebut.

Dalam kondisi itu, lima siswa harus dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore