
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memusnahkan 1,3 ton ketamin di Batam,Kepri, pada Rabu (12/8)., (TNI AL)
JawaPos.com - Bareskrim Polri sudah membawa 8 awak kapal MV King Sun ke Jakarta pada Kamis malam (13/8). Oleh polisi para tersangka yang ditangkap karena membawa 1,3 ton narkoba jenis ketamin itu dijerat menggunakan Undang-Undang (UU) Kesehatan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri Kombes Zulkarnain menyampaikan bahwa 8 tersangka tersebut langsung menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri sampai 27 Agustus mendatang.
”Selanjutnya ke-8 tersangka ini akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mencari, mengetahui, dan mengejar jaringan atasnya. Baik yang mempersiapkan, kemudian yang menyuruh, serta pemilik ketamin yang akan dibawa ke Indonesia,” kata dia kepada awak media dikutip pada Jumat (14/8).
Zulkarnain mengungkapkan bahwa 8 tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Mulai kapten kapal, petugas bagian mesin, sampai juru masak. Dia memastikan, tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) di antara 8 tersangka tersebut. Mereka berasal dari Taiwan dan Myanmar.
”Warga negara Myanmar sebanyak 7 orang dan 1 orang warga negara Taiwan, sudah kami surati ke kedutaan bahwasanya yang bersangkutan kami tetapkan tersangka dan dilakukan penahanan,” tegasnya.
Menurut Kombes Zulkarnain, para tersangka mengetahui dan menyadari membawa narkoba ke Perairan Indonesia. Bahkan, bukan hanya sekali, mereka sudah pernah melakukan pengiriman sebanyak 3 kali. Dalam pengiriman terakhir itulah mereka ditangkap.
”Mereka sudah melakukan pengiriman ketamin sebanyak 3 kali, termasuk yang tertangkap. Yang pertama bulan Februari yang dikirimkan ke Filipina, jumlahnya hampir sama antara 60 sampai 65 karung. Kemudian yang kedua dibawa ke Taiwan, jumlahnya hampir sama,” bebernya.
Terakhir, pengiriman gagal karena Tim Gabungan di Indonesia berhasil menemukan MV King Sun dan menangkap para tersangka. Menurut Zulkarnain, Bareskrim Polri sudah mendeteksi pergerakan mereka sejak 1 Juni lalu. Tidak lama setelahnya Badan Narkotika Nasional (BNN) juga mendapatkan informasi serupa.
”Kalau tidak salah tanggal 3 kami melaksanakan rapat koordinasi dengan BNN, kemudian Polri, Bea Cukai, dan Koarmada I. Kemudian dilakukanlah operasi bersama,” imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
