Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Desember 2025 | 04.05 WIB

Ribuan Pohon Ditanam di Banten, Dorongan Reboisasi Menguat di Tengah Banjir Sumatera

Kondisi di kawasan Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, pasca banjir bandang, Sabtu (29/11). (Fadli Zikri/Padeks) - Image

Kondisi di kawasan Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, pasca banjir bandang, Sabtu (29/11). (Fadli Zikri/Padeks)

JawaPos.com-Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dalam beberapa hari terakhir kembali menegaskan rentannya lanskap ekologis Indonesia. Hal itu salah satunya akibat menurunnya tutupan hutan.

Di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi akibat penggundulan hutan, gerakan menanam pohon kembali mendapat sorotan sebagai salah satu langkah restorasi lingkungan yang relevan.

Dalam momentum Hari Pohon Sedunia dan Hari Menanam Pohon Nasional, upaya reboisasi kembali dilakukan melalui kolaborasi antara Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Pusat (MPW PP) Muhammadiyah dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah). 

Sebanyak 1.113 bibit pohon ditanam di lahan wakaf Muhammadiyah seluas 10 hektare di Desa Karya Jaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, akhir pekan lalu.

Gerakan ini tidak hanya berfokus pada penanaman bibit, tetapi juga menjadi bagian dari kampanye yang lebih luas untuk memulihkan ekosistem, mengurangi risiko banjir, serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kerusakan hutan, erosi tanah, dan alih fungsi lahan menjadi faktor yang kerap memperparah banjir di berbagai wilayah, termasuk Banjir Sumatra Utara. Pohon berperan penting dalam menyerap air, menahan laju limpasan permukaan, serta menjaga struktur tanah agar tidak mudah longsor.

Data Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia menunjukkan komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 31,89 persen pada 2030 melalui upaya mandiri, dan 43,20 persen dengan dukungan internasional. Rehabilitasi hutan, termasuk penanaman pohon, menjadi salah satu strategi utama dalam mencapai target tersebut.

Dalam konteks ini, setiap inisiatif reboisasi, baik dari masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, maupun sektor swasta, dipandang berkontribusi terhadap pemulihan ekologi dan ketahanan lingkungan jangka panjang.

Penanaman pohon di Lebak dilakukan dengan melibatkan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, para tokoh masyarakat, serta 200 guru dan murid Sekolah Rakyat dan Pelajar Muhammadiyah Banten.

Pohon yang ditanam terdiri dari varietas yang dapat membantu menjaga tanah dan meningkatkan keragaman hayati, sehingga kawasan tersebut dapat berfungsi sebagai ruang hijau baru sekaligus zona resapan.

Prof. Hilman Latief, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, menilai pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami percaya bahwa pelestarian alam perlu dilakukan secara kolektif oleh berbagai pihak. Kerja sama ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran ekologis, terutama di tingkat masyarakat akar rumput,” ujar Hilman melalui keterangannya.

Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pelajar untuk memahami urgensi menjaga ekosistem sejak dini.

Partisipasi generasi muda dalam aksi menanam pohon disebut penting untuk menumbuhkan kesadaran ekologis jangka panjang. Mereka tidak hanya dilibatkan sebagai peserta, tetapi juga diajak memahami fungsi pohon bagi kehidupan sehari-hari, mulai dari penyerapan karbon, penyediaan oksigen, hingga menjaga kualitas tanah dan air.

Mayang Ekaputri, Chief Strategy Officer Prudential Syariah, menyebut bahwa upaya pelestarian lingkungan perlu melibatkan semua pihak agar dapat memberikan dampak berkelanjutan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore