Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 16.02 WIB

Perjalanan Kasus Viral, Keluarga Pasien Paksa Dokter di Banyuasin Buka Masker di Ruangan Infeksius: Mulai Tanggapan IDI hingga Laporan Polisi

Tangkapan layar video viral keluarga pasien paksa nakes buka masker di Banyuasin. (TikTok @cctvceletbelet)

JawaPos.com-Kasus pemaksaan pelepasan masker terhadap seorang dokter di RSUD Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengundang perhatian publik dan menjadi sorotan di media sosial.

Peristiwa ini terekam dalam video berdurasi 41 detik yang memperlihatkan keluarga pasien bersikap arogan terhadap tenaga medis yang kini berujung pada laporan polisi.

Kejadian bermula ketika Dokter Syahpri Putra Wangsa, SpPD, KGH, FINASIM, yang merupakan spesialis penyakit dalam sekaligus konsultan ginjal hipertensi di RSUD Sekayu tengah memeriksa pasien di ruang perawatan infeksius.

Salah satu anggota keluarga pasien sambil merekam tiba-tiba meminta dirinya melepas masker yang dikenakan untuk menjelaskan pelayanan yang dianggapnya kurang memuaskan terhadap ibunya.

Permintaan tersebut ditolak secara halus karena melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit. Namun, situasi memanas ketika seorang anggota keluarga pasien lain memegang bagian belakang leher dokter dan memaksanya membuka masker. Meski masker akhirnya terlepas, tindakan itu dilakukan di bawah tekanan fisik.

Keluarga pasien itu tetap meminta penjelasan Dokter Syahpri tanpa memakai masker.

"Buka masker kamu, dokter apa kamu jelaskan! Ini kami di ruang VVIP paling layak. Ibu saya sudah tiga hari dirawat, dokter ini cuma melihatkan hasil rontgen. Kamu belum tau kita, hah?!" ucap orang dalam video.

Tanggapan IDI

Terkait hal itu, Ketua Badan Hukum Pembela Profesi dan Advokasi (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Muba, dr Zwesty Devi, mengecam keras kejadian ini.

“Tindakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan, apalagi secara fisik, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” tegasnya, Rabu (13/8) dikutip dari Radar Solo.

Ia menambahkan bahwa dokter adalah garda terdepan layanan kesehatan, bukan pihak yang seharusnya menjadi korban kekerasan.

IDI Muba, lanjut dr. Zwesty, memberikan pendampingan hukum penuh kepada Dokter Syahpri dan mendukung langkahnya melaporkan kasus ini ke Polres Musi Banyuasin.

Laporan polisi

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore