
Polres Blitar memberikan pendampingan berupa trauma healing kepada siswa korban perundungan di Kabupaten Blitar. (Polres Blitar/Antara)
JawaPos.com–Kepolisian Resor Blitar memberikan dukungan psikologis dan pemulihan trauma (trauma healing) kepada siswa SMP di Kabupaten Blitar, yang menjadi korban perundungan sejumlah kakak kelasnya.
Kepala Polres Blitar Ajun Komisaris Besar Polisi Arif Fazlurrahman mengemukakan pemberian trauma healing ini merupakan bagian dari komitmen Polres Blitar untuk melindungi anak-anak sebagai kelompok rentan. Sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan.
”Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Anak-anak seharusnya mendapatkan pembinaan yang positif selama MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah), bukan justru menjadi korban kekerasan dari teman atau kakak kelasnya. Oleh karena itu, kami hadir untuk memberikan pendampingan psikologis, sekaligus edukasi kepada seluruh pihak terkait,” kata Arif Fazlurrahman seperti dilansir dari Antara.
Kegiatan trauma healing tersebut melibatkan tim konselor dari Polres Blitar dan dilakukan di Ruang Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blitar. Kegiatan ini sebagai bentuk respons cepat dan empati terhadap dampak psikologis yang dialami siswa korban perundungan berinisial W.
Tim konselor Polres Blitar yang dipimpin Iptu Linar Tiwi dibantu personel Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) memberikan sesi konseling secara langsung kepada korban untuk membantu proses pemulihan mental dan emosional setelah insiden perundungan tersebut.
Dalam sesi trauma healing tersebut, konselor memberikan ruang bagi korban untuk mengekspresikan perasaan dan menceritakan kembali kronologi kejadian. Tim juga membantu membangun kembali rasa percaya diri serta keamanan diri dari pelajar tersebut.
Tak hanya fokus pada korban, Polres Blitar juga berencana melakukan pendekatan preventif kepada pihak sekolah dan pelaku perundungan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Sebelumnya, video perundungan viral di media sosial. Peristiwa perundungan itu terjadi pada Jumat (18/7) sekitar pukul 08.00 WIB di area belakang kamar mandi SMPN di Kabupaten Blitar.
Korban diketahui merupakan siswa kelas VII berinisial WV, 12. Yang bersangkutan mengaku menjadi korban perundungan dan kekerasan fisik yang dilakukan sekelompok siswa dari kelas VII–IX.
Insiden bermula saat kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah berlangsung. Korban dipanggil kakak kelas dan diajak menuju ke belakang kamar mandi sekolah. Di lokasi tersebut, korban mendapati sekitar 20 siswa lain telah berkumpul dan mulai melontarkan olok-olokan secara verbal.
Tak berselang lama, seorang siswa kelas delapan berinisial NTN memulai aksi kekerasan dengan memukul pipi kiri korban dan menendang bagian perutnya. Hasil pemeriksaan sementara motif awal diduga karena adanya tindakan saling melakukan perundungan di antara sesama siswa, yang kemudian berujung pada aksi balas dendam secara brutal.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
