Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 18.05 WIB

Viral Wali Murid Keluhkan Biaya Seragam Capai Jutaan Rupiah, Pihak SMPN 5 Cirebon Berdalih Hanya Bantu

Ilustrasi seragam sekolah. - Image

Ilustrasi seragam sekolah.

JawaPos.com – Keluhan wali murid SMPN 5 Kota Cirebon soal biaya seragam sekolah yang mencapai jutaan rupiah tengah viral di media sosial. Salah satu unggahan bahkan membagikan rincian biaya sebesar Rp 2.255.000 untuk empat setel seragam sekolah, baju batik, baju adat, satu rompi, kartu perpustakaan, dan kartu OSIS.

Pihak sekolah pun buka suara. Wakil Kepala SMPN 5 Kota Cirebon, Maman Suryaman, menjelaskan bahwa pengadaan seragam diselenggarakan oleh Komite Sekolah, bukan oleh pihak sekolah secara langsung.

“Pengelolaan dan lainnya diselenggarakan oleh Komite Sekolah dan dibantu oleh koperasi sekolah. Angka itu bisa muncul pun setelah dirapatkan dulu antara Komite Sekolah dan seluruh wali murid. Justru rapat itu kami tidak ikut serta. Kami hanya memperkenalkan diri dan menjelaskan program sekolah,” kata Maman seperti dikutip dari Radar Cirebon (Jawa Pos Grup), Rabu (23/7).

Sementara itu, Ketua Komite SMPN 5 Kota Cirebon, Supirman atau Tong Eng, juga menegaskan bahwa pembelian seragam bukanlah kewajiban. Ia menyebutkan bahwa pihaknya hanya berupaya memfasilitasi orang tua agar lebih mudah mendapatkan seragam sekolah.

“Karena sekolah sudah menerapkan pakaian-pakaian yang dipakai untuk di SMP 5, seragam tidak bisa didapat di tempat lain. Kami membantu dengan cara mengundang penjahit untuk membuatkan seragam-seragam. Silakan ukur dengan harga yang sudah disepakati bersama,” terangnya.

Terkait biaya, ia mengeklaim bahwa sejak awal pihak komite hanya ingin membantu wali murid, bahkan menyediakan opsi pembayaran secara langsung maupun dicicil.

“Kita tidak wajibkan untuk membeli lagi, karena ini hukumnya juga hukum dagang. Kalau orang yang mau memesan ya kita buatkan, dan dia harus bayar. Jadi ini sangat terbuka, sangat dibebaskan teman-teman wali murid itu, untuk menentukan pilihannya terhadap seragam,” tambahnya.

Meski harga mungkin berbeda dengan toko luar, Tong Eng mengatakan hal itu wajar karena seragam dibuat berdasarkan pesanan. Namun, tujuan utamanya adalah agar tidak ada kesenjangan di antara siswa.

“Kami membebaskan wali murid. Yang membutuhkan ya kami akan siapkan. Kalau hanya memesan 2 atau 3 seragam, ya silahkan. Bahkan kami pun beri keringan dengan cara mengangsur,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore