Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 17.57 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Ungkap Kontennya di Media Sosial Hanya Pencitraan: Jangan Mau Dibohongin

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku rugi Rp 150 juta per menit karena tidak bisa mengambil sponsor. (Kanal Youtube Lembur Pakuan) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku rugi Rp 150 juta per menit karena tidak bisa mengambil sponsor. (Kanal Youtube Lembur Pakuan)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kedatangan satu keluarga yang berasal dari Sulawesi Tengah. Keluarga tersebut harus menempuh satu minggu agar bisa bertemu dengan Dedi Mulyadi.

Bahkan, mereka rela mengeluarkan dana hingga belasan juta rupiah agar bertemu. Adapun satu keluarga tersebut diantaranya Dadan, istri, Sari, dan anak mereka. 

Terdapat satu momen menarik dari pertemuan ini, yang mana Dadan membeberkan alasannya mengapa ia rela melakukan perjalanan jauh untuk bertemu dengan Dedi Mulyadi.

"Ngapain capek-capek ke sini?" tanya Dedi Mulyadi. "Sangking ngefansnya sama Bapak," ungkap Dadan.

"Ngefans apa?" tanya Dedi Mulyadi. "Ngelihat kinerja Bapak sebagai gubernur," jawab Dadan.

Mendengar alasan tersebut, Dedi bercanda bahwa yang dilihat Dadan di media sosial hanyalah konten. "Kita ikuti terus di medsos Pak," tutur Dadan. "Ya, itu di medsos, bohong itu. Pencitraan," pungkas Dedi Mulyadi.

"Baru kali ini, ada gubernur seperti bapak, serasa presiden," lanjut pria yang berasal dari Kabupaten Morowali Utara tersebut.

"Bohong, presiden mah Prabowo Subianto. Harga mati. Itu mah konten Pak, pencitraan namanya. Bapak jangan mau dibohongin," tegas Dedi Mulyadi.

Dadan pun bercerita bahwa ia harus mengumpulkan uang hingga tiga bulan agar bisa bertemu Gubernur idolanya itu. "Kalau bicara fans engga bisa ditukar dengan uang Pak, yang penting udah bisa ketemu Bapak," jelasnya.

"Ngapain susah-susah ketemu saya, nyariin orang yang kayak gini. Biasa aja, di sana juga banyak orang seperti saya," beber Dedi Mulyadi.

Dadan bercerita, di warung kopi tempat ia bisa berkumpul banyak pembicaraan positif mengenai Dedi Mulyadi. 

"Warung kopi di mana?" tanya Dedi Mulyadi. "Di Sulawesi Pak, banyak yang fans sama Bapak," lanjut Dadan.

"Jauh, dari mana taunya?" tanya Dedi Mulyadi. "Dari medsos, dari TikTok, dari Youtube. Seolah-olah merasa baru kali pertama ini ada pemimpin seperti Bapak. Itu yang menjadi perhatian banyak orang," papar Dadan.

Dedi Mulyadi pun menampik bahwa pemimpin yang lain tidak mengunggah aktivitas ke media sosial. Mungkin, gubernur yang lain lebih bijak, lebih arif, lebih silence agar gerakannya tak diketahui oleh masyarakat.

Dia pun bercanda dengan mengakui bahwa dirinya sombong. "Setiap apa yang dilakuin posting. Walaupun tidak semua yang dilakukan diposting, karena engga cukup waktu postingnya. Itu yang di konten video itu bohong. Itu pencitraan, jangan percaya. Bapak ketipu itu," tandas Dedi Mulyadi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore