Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di hadapan siswa-siswi SMA Taruna Nusantara. (Youtube Lembur Pakuan Channel)
JawaPos.com-Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengapresiasi Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia atas langkah tegas dalam mengungkap kasus dugaan pengemplangan kredit yang merugikan PT Bank Jabar Banten Tbk (BJB).
Baca Juga: Pemilik Perangkat Apple Waspadalah! Lagi Musim Serangan yang Memanfaatkan Celah di AirPlay
Diketahui kalau kasus tersebut menjadi sorotan karena melibatkan kucuran kredit dalam jumlah besar. Proses tersebut diduga tanpa jaminan dan kelayakan yang memadai sehingga merugikan BJB.
Menurut Dedi Mulyadi, temuan Kejaksaan Agung ini sangat penting, tidak hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga sebagai upaya menyelamatkan aset keuangan daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang telah mengungkap sebuah peristiwa yang sangat penting yaitu pengemplangan atau kredit yang tidak didasarkan pada analisis perlindungan yang kuat sehingga sangat merugikan PT Bank Jabar dan bank-bank lainnya tentunya ini kegiatan sangat menyayat hati kita,” ujar Dedi Mulyadi di video Instagram pribadinya.
Dedi Mulyadi melanjutkan, kasus tersebut mencerminkan lemahnya sistem pengawasan dan analisis kredit di masa lalu, yang mana kredit ratusan miliar rupiah diberikan kepada korporasi tanpa jaminan memadai, sementara di sisi lain Dedi menyoroti masyarakat kecil seringkali kesulitan mengakses kredit karena rumitnya prosedur.
Pemprov Jawa Barat sendiri telah merestrukturisasi di tubuh BJB. Setelah restrukturisasi, dikatakan kalau BJB kini berada di bawah kendali profesional yang kredibel.
Dedi Mulyadi juga menegaskan, kepercayaan publik terhadap BJB harus terus dibangun. Caranya adalah dengan melalui transparansi dan akuntabilitas, serta perbaikan tata kelola.
Mengutip Radar Bogor (Grup JawaPos), di sisi lain, Kejaksaan Agung menetapkan tiga sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex, para tersangka terdiri dari pihak Sritex, serta petinggi Bank DKI dan BJB tahun 2020. (*)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
