Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Agustus 2024 | 01.08 WIB

Gudang Logistik di Papua Tengah yang Diresmikan Menko PMK Beroperasi, Antisipasi Bencana Kelaparan Dampak Gagal Panen  

Menko PMK Muhadjir Effendy meresmikan gudang logistik di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu (7/8/2024). (dok. Kemenko PMK) - Image

Menko PMK Muhadjir Effendy meresmikan gudang logistik di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu (7/8/2024). (dok. Kemenko PMK)

JAKARTA – Provinsi Papua Tengah kini memiliki Gudang logistik untuk menyimpan cadangan pangan. Gudang logistik kitu dibangun pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bagian upaya mitigasi bencana kelaparan di provinsi tersebut. Dampak gagal panen akibat cuaca ekstrem.

Sebagaimana diketahui, tahun lalu bencana kelaparan terjadi di sejumlah distrik di Papua Tengah. Embun beku/upas yang muncul pada bulan Juli, Agustus, hingga awal September telah membekukan permukaan lahan dan tanaman warga.

Dampaknya, warga mengalami gagal panen sehingga bencana kelaparan tak terelakkan.

Terdapat dua gudang logistik yang dibangun pemerintah. Yakni, Gudang Logistik Distrik Sinak dan Gudang Logistik Distrik Agandugume di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Gudang Logistik Distrik Sinak telah selesai dibangun. Saat ini, Gudang logistik itu sudah difungsikan dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, pada Rabu, (7/8).

Muhadjir menilai gudang logistik seluas 510 m² itu sudah sangat memadai. Gudang logistik itu nantinya diisi cadangan pangan. Berupa beras dan umbi-umbian yang siap didistribusikan apabila dibutuhkan masyarakat.

”Sangat bagus. Saya tidak mengira bangunannya akan jadi sebagus itu mengingat begitu beratnya ya effort untuk membangun itu,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (8/8).

Setelah gudang logistik beroperasi, ucap Muhadjir, maka masyarakat memiliki tugas khusus. Yaitu memaksimalkan perkebunan untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Lalu, hasilnya hasilnya dapat disimpan di gudang logistik. Sehingga, ketika terjadi keadaan krisis, hasil kebun tersebut bisa didistribusikan ke warga.

Untuk saat ini, gudang logistik masih menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui BNPB. Namun ke depannya,  pemerintah daerah akan bertanggung jawab dan mengelola sendiri untuk stok logistik.

”Nanti kalau mereka sudah bisa berproduksi, itu bisa saja nanti dibeli oleh Pemerintah Daerah dan hasilnya kemudian ditampung di gudang. Nanti bila diperlukan, itu bisa dibagikan kepada masyarakat banyak,” tuturnya.

Di sisi lain, progress pembangunan gudang logistik di Distrik Agandugume masih mencapai 10 persen. Pembangunan gudang logistik itu sempat terhambat oleh faktor keamanan dan konflik yang terjadi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore