
Groundbreaking pabrik pengolahan tembakau tahap dua dan tiga milik PT Tri Sakti Purwosari Makmur (TSPM/KT&G) di kawasan industri PIER.
JawaPos.com–Groundbreaking pabrik pengolahan tembakau tahap dua dan tiga milik PT Tri Sakti Purwosari Makmur (TSPM/KT&G) dilaksanakan di kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER).
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono bersama Deputi Kementerian Investasi/BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Andi Maulana, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Jawa Timur I Untung Basuki, dan Direktur Utama PT SIER Didik Prasetiyono, menjadi saksi momen istimewa itu.
Sebelumnya pada 19 September 2023, dilakukan penandatanganan perjanjian penggunaan tanah industri (PPTI) yang disaksikan Gubernur Jatim waktu itu Khofifah Indar Parawansa. Jika sudah beroperasi, akan menjadi pabrik pengolahan tembakau terbesar di dunia yang dimiliki investor asal Korea Selatan.
Pj Gubernur Adhy menyambut antusias groundbreaking itu. Sebab investasi dari TSPM/KT&G akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang kini terus tumbuh.
”Kami sangat gembira melihat semakin berkembangnya investasi di Jatim. Kelancaran pembangunan pabrik ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim. Selain tentunya bisa menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu, penting melakukan penjaminan kemudahan investasi agar semakin bagus iklim investasi. PIER ini dikelola Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang sudah lebih 50 tahun berpengalaman dalam pengelolaan kawasan industri,” papar Pj Gubernur Adhy.
Deputi Bidang Teknologi Informasi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Andi Maulana menegaskan, peresmian pabrik itu memberikan sinyal positif bagi para investor. Utamanya yang berasal dari Korea Selatan.
”PIER sebagai kawasan industri milik pemerintah yang terintegrasi memberikan iklim yang kondusif bagi investor untuk berkembang. Dengan peresmian pabrik ini, kami berharap dapat menarik minat investor lainnya dari Korea Selatan dan negara-negara lainnya,” jelas Andi.
Sementara itu, CEO KT&G Kyun-man Bang mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan semua pihak. Utamanya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bea Cukai, Kementerian Investasi/BKPM, kepolisian dan pengelola kawasan industri PIER.
”TSPM/KT&G akan menanamkan investasi Rp 6,9 triliun dan bisa menyerap tenaga kerja mencapai 1.000 orang. Ini adalah bukti keseriusan kami untuk berinvestasi di Indonesia, dan akan menjadi elemen penting dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkap Kyun-man Bang.
Direktur Utama PT SIER Didik Prasetiyono, optimistis pabrik itu akan memberikan dampak ekonomi positif dan potret kepercayaan investor atas bagusnya iklim investasi di Jawa Timur.
”Dengan peresmian pabrik ini, diharapkan akan terjadi peningkatan signifikan dalam sektor ekonomi Jawa Timur. Termasuk pembukaan ribuan lapangan pekerjaan baru dan penurunan tingkat pengangguran. Ini juga menandai komitmen kuat dari pemerintah dan sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di wilayah tersebut,” tegas Didik Prasetiyono, yang juga Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
