Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 13.05 WIB

Siapkan Anggaran Rp 75 M untuk Pembayaran THR, Pemkab Lamongan Sebut Tak Akan Pengaruhi Belanja Daerah

Ilustrasi uang THR./Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi uang THR./Dok. JawaPos

JawaPos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan saat ini mengaku sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 75 miliar untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi anggota PNS, CPNS, PPPK, dan anggota DPRD Bersama sekretariat dewan.

Hal itu disampaikan oleh Imam Amrozi selaku Kabid Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Lamongan.

Ia mengatakan bahwa pembayaran THR sudah dialokasikan APBN melalui Dana Alokasi Umum (DAU) yang kemudian ditransfer kepada daerah.

Ia juga menyatakan bahwa pembayaran THR tersebut tidak akan mempengaruhi atau mengganggu belanja daerah.

Seperti yang tercantum dalam edaran Kementerian Keuangan, besaran pembayaran THR tahun ini sesuai dengan gaji terakhir. Sehingga untuk hitungan nilai gaji itu sudah termasuk tambahan delapan persen bagi PNS.

Berbeda dengan pembayaran THR tahun 2023 lalu yang dibayarkan 50 persen, pada tahun 2024 ini pembayaran dilakukan 100 persen.

Sehingga, pembayaran THR tahun ini terdiri dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau umum, dan tunjangan kinerja.

Dilansir dari Radar Bojonegoro (JawaPos Group), Imam juga menjelaskan bahwa pembayaran THR disesuaikan dengan kondisi keuangan negara. Pembayaran juga dilakukan sesuai dengan pangkat, jabatan, dan peringkat jabatan.

“Untuk besarannya sudah diatur berdasarkan komponen yang melekat, sehingga alokasinya juga telah disiapkan dan bisa dibayarkan setelah juknis dari pusat turun,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya pembayaran THR secara penuh ini dapat menjaga pertumbuhan ekonomi nasional serta menaikkan daya beli masyarakat.

Sementara terkait kapan pembayaran THR ini dilakukan, ia mengatakan akan dibayarkan pada awal bulan April nanti.

Pembayaran THR itu bertujuan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) terbantu dalam memenuhi kebutuhan lebaran nantinya.

“Harapannya agar para ASN nanti bisa mendukung program pemerintah dalam melakukan gerakan ayo ditumbasi produk lokal, sehingga ekonomi masyarakat bisa tumbuh secara bersamaan,” jelas Imam.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa momen bulan suci Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri adalah kesempatan untuk mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore