Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Februari 2024 | 23.01 WIB

BMKG Bandung Minta Warga Waspadai Potensi Puting Beliung hingga Maret

Bangunan di Jalan Raya Bandung-Garut mengalami kerusakan berat akibat terjangan angin puting beliung, Kamis (22/2). - Image

Bangunan di Jalan Raya Bandung-Garut mengalami kerusakan berat akibat terjangan angin puting beliung, Kamis (22/2).

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung minta warga Jawa Barat mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Di antaranya berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat berpotensi angin puting beliung hingga awal Maret.

”Hujan lebat yang disertai angin puting beliung masih berpotensi akan terjadi sepanjang kita masih di posisi puncak musim hujan sampai dengan awal Maret ini. Jadi perlu diwaspadai,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu seperti dilansir dari Antara di Bandung, Senin (26/2).

Teguh menjelaskan, bencana angin puting beliung terbentuk dari sistem awan penghujan atau cumulonimbus yang memiliki karakteristik menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem. Meskipun begitu, tidak setiap awan cumulonimbus dapat terjadi fenomena angin puting beliung.​

”Bahwa puting beliung kan adalah dampak ikutan dari hujan lebat tadi yang disebabkan adanya pertumbuhan awan dulu, terus adanya hujan lebat dari cuaca ekstrem itu sendiri,” tutur Teguh Rahayu.

Selain potensi angin puting beliung, dia juga meminta masyarakat mewaspadai bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor. Hal itu akibat hujan ringan hingga sedang namun dengan durasi panjang.

”Selain disertai angin puting beliung, ada juga yang nanti menimbulkan hujan es, bahkan mungkin kalau yang daerah pegunungan bisa menimbulkan longsor, drainase tidak bagus bisa menimbulkan banjir. Jadi semua wilayah saya rasa harus waspada,” ujar Teguh Rahayu.

Dia menjelaskan, BMKG memberikan berapa rekomendasi untuk menanggulangi bila menghadapi kondisi bencana angin puting beliung. Misalnya, bila sedang di dalam ruangan tertutup maka tindakan yang dilakukan tutup semua pintu dan jendela dengan rapat, mematikan seluruh aliran listrik di rumah atau bangunan tersebut, dan mencari tempat yang aman serta hindari di dekat pintu atau jendela.

Selanjutnya, bila di luar ruangan jauhi tiang listrik, papan reklame atau bangunan tinggi lainnya. Hindari area lain yang berpotensi ambruk seperti jembatan atau pohon tinggi dan segera cari tempat aman, duduk berlutut dan pegang area belakang kepala.

”Dengan kondisi ini, warga diimbau untuk mewaspadai bencana yang menghasilkan angin puting beliung dengan mengecek kondisi atap rumah terutama terbuat dari bahan ringan dan memangkas pohon apabila sudah terlalu rindang,” kata Teguh.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore