
Proses pembangunan Jembatan Sukosewu-Klepek (Sokle) kemarin (3/1),yang diharapkan dapat mendongkrak ekonomi dan mempercepat akses warga./(IST/RADAR BOJONEGORO)
JawaPos.com – Jembatan penghubung antara Desa Sukosewu dan Klepek yang kini tengah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, mendapat sambutan hangat dari warga sekitar.
Pasalnya selama ini, warga dari kedua desa hanya mengandalkan Dam Klepek peninggalan jaman Belanda untuk dapat menyeberangi sungai Pacal yang menghubungkan dua desa tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Sukosewu, Irawan.
‘’Selama puluhan tahun, warga di Desa Sukosewu dan Klepek masih memanfaatkan Dam Klepek,” ungkap Irawan, seperti yang dikutip Radar Bojonegoro (JawaPos Grup).
Irawan juga bercerita bahwa, Dam Klepek yang selama ini digunakan warga kedua desa itu telah dibangun pada masa penjajahan Belanda, tepatnya di tahun 1930-an. Itu berarti, usia Dam tersebut sudah hampir mau seratus tahun.
Setelah akhirnya Pemkab memutuskan untuk membangun jembatan Sokle (Sukosewu-Klepek) yang akan menghubungkan kedua desa itu, Irawan mengaku pihaknya dan warga setempat sangat antusias.
‘’Memudahkan akses warga ke pasar, sawah dan truk-truk juga banyak, warga sekitar terdongkrak ekonominya karena jalan semakin ramai,” jelas Irawan, seperti yang dikutip Radar Bojonegoro (JawaPos Grup) pada Sabtu (6/1).
Sementara itu, Didik Hariyanto Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum Kecamatan Sukosewu menyampaikan, pembangunan jembatan Sokle itu akan terus dikebut.
Didik pun menambahkan, meski pembangunannya baru dimulai pada Juli 2023 lalu, hingga Rabu (3/1) kemarin, progres jembatan Sokle ini sudah sampai dipasang tiang pancangnya.
Percepatan ini dilakukan agar segera dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ‘’Jarak tempuhnya semakin dekat, sudah pasti banyak warga terbantu,” ungkap Didik Haryanto.
Menurut Didik, pembangunan jembatan di Kecamatan Sekosewu ini tak hanya pada infrastruktur jalan. Sebab, beberapa desa di kecamatan ini memiliki kondisi tanah tinggi dan potensi besar kekeringan.
Alhasil, pemerintah desa setempat membuat sumur-sumur bor melalui penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) beberapa waktu lalu untuk mengatasi permasalahan tersebut.
"Awalnya memang karena kemarau, dan banyak kekeringan karena kondisi tanahnya tinggi, sekarang sumbernya lancar 24 jam,” ungkap Didik Purwahyudi Kepala Desa Pacing.
Sehingga, diharapkan dengan dibangunnya jembatan ini, bukan hanya dapat memudahkan akses saja, akan tetapi juga dapat mengantisipasi kekeringan yang sering terjadi di musim kemarau.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
