
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menghadiri wisuda Universitas Terbuka Surabaya di Airlangga Convention Center (ACC), Minggu (12/11). Total ada 1.835 wisudawan/wati.
JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri secara langsung Wisuda Universitas Terbuka Surabaya di Airlangga Convention Center (ACC), Minggu (12/11). Total ada 1.835 wisudawan/wati yang diwisuda.
Gubernur Khofifah berharap para wisudawan/wati mampu menjadi enabler leader atau pemimpin pemungkin. Hal itu penting, karena bisa menjadi bekal untuk menghadapi berbagai dinamika global saat ini.
”Pada posisi ini, coba kita tanamkan pada diri kita untuk menjadi enabler leader sekaligus game changer. Bagaimana keluar dari keterbatasan dan menemukan peluang luar biasa,” ujar Khofifah.
Dengan menjadi enable leader, lanjut Khofifah, para wisudawan/wati akan mampu menjadi orang yang mau terus melakukan inovasi, kolaborasi, serta mencari terobosan-terobosan, dan punya komitmen untuk hidup produktif.
”Para wisudawan/wati sekalian juga kami harap memiliki mental pejuang yang tidak takluk pada ketidakmungkinan. Sehingga mampu menjadi bagian dari solusi bukan menjadi bagian dari persoalan,” terang Khofifah.
Khofifah menambahkan, salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk mencapainya adalah dengan SWOT Analysis. Hanya orang yang punya kemampuan membaca peta keadaan yang bisa melihat opportunity di berbagai keadaan. Dengan demikian akan melahirkan scholar atau cendikia dari Jawa Timur dengan keilmuan yang cukup untuk berbagai kebutuhan strategis yang dibutuhkan.
”Keberadaan cendikia maupun akademisi dengan berbagai keilmuan yang cukup sangat kita perlukan untuk kebutuhan strategis yang sangat urgent saat ini, yaitu pemenuhan SDM untuk memberseiringi kemajuan industri manufaktur,” tandas Khofifah.
Menurut Khofifah, hal itu menjadi penting mengingat perkembangan industri manufaktur Jawa Timur cukup signifikan. Pasalnya, Jawa Timur berhasil melampaui target Indonesia untuk mencapai industri manufaktur 30 persen pada 2045.
”Pada 2022, kita sudah mencapai 31,34 persen. Mei 2024, insya Allah industri manufaktur kita sudah mencapai 35 persen. Untuk itu, kita butuh sangat banyak pakar yang berseiring dengan perkembangan industri manufaktur di Jawa Timur,” terang Khofifah.
Khofifah menjelaskan, hal itu juga sejalan dengan empat pilar pencapaian visi Indonesia Emas. Yaitu pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional, dan tata kelola kepemerintahan.
”Saya berharap semua para wisudawan bisa bersama-sama bisa memiliki pikiran-pikiran cerdas, gagasan-gagasan, proyek-proyek penelitian yang strategis. Sehingga cita-cita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 bisa tercapai,” papar Khofifah.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
