
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. Antara
JawaPos.com–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mendukung digitalisasi aksara Jawa untuk mempertimbangkan kedudukan aksara Jawa di tengah ekosistem kebahasaan dunia. Dengan memanfaatkan teknologi digital, kebudayaan lokal akan mampu memperoleh pengakuan di tengah arus perkembangan global yang menuntut modernitas.
”Inisiatif yang baik ini perlu didukung lebih lanjut untuk mempertimbangkan kedudukan aksara Jawa di tengah ekosistem kebahasaan dunia,” kata Nadiem seperti dilansir dari Antara saat memberikan sambutan dalam Kongres Aksara Jawa 1 yang digelar secara luring dan daring di Jogjakarta, Senin (22/3).
Menurut Nadiem, dewasa ini aksara Jawa harus bertahan dengan susah payah di dunia yang kini telah didominasi aksara latin. Perkembangan teknologi informasi yang pesat, secara umum mengukuhkan dominasi tersebut sehingga menyudutkan aksara Jawa. Hal itu terlihat dari penggunaan aksara latin di sebagian platform aplikasi.
”Aksara Jawa bersusah payah bertahan di tengah aksara latin yang kita gunakan sehari-hari,” ujar Nadiem.
Oleh sebab itu, dia mengatakan, konservasi budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi digital menjadi salah satu strategi pemajuan sekaligus pengarusutamaan kebudayaan yang harus dimanfaatkan Kemendikbud.
”Kami menyambut baik Kongres Aksara Jawa yang salah satunya membahas strategi integrasi aksara Jawa ke dalam platform digital,” tutur Nadiem.
Ketua Panitia Kongres Aksara Jawa 1 Setyo Prasojo menjelaskan, kongres yang akan berlangsung hingga 26 Maret itu bakal membahas berbagai hal. Di antaranya transliterasi aksara Jawa–latin, tata tulis, digitalisasi, sampai kebijakan penggunaannya di ranah publik.
Setyo mengatakan, empat hal itu akan dibahas dalam sidang komisi. Setiap komisi diikuti 20 peserta luring dan 180 peserta daring. Sebelum kongres digelar, telah digelar diskusi kelompok terpumpun (focus gruop discussion) melibatkan pemangku kepentingan, akademisi, dan ahli.
Kongres Aksa Jawa diikuti berbagai pihak. Selain pemerintah, juga ahli dan peserta dari luar Jogjakarta, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Banten, DKI Jakarta, hingga Hongkong.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=0XvEbXFaOAA

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
