
SANGAT AKTIF: Seorang petani berjalan dengan latar belakang Gunung Merapi di Sleman, Kamis (5/11). (SLAMET RIYADI/AP PHOTO)
JawaPos.com – Ada tiga padukuhan di Sleman, Jogjakarta, yang berjarak 5 kilometer dari Gunung Merapi. Dan, di sana ada 160 kelompok rentan yang jadi prioritas diungsikan dulu.
Itu setelah Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status Gunung Merapi dari waspada (level II) ke siaga (level III) terhitung sejak 5 November 2020 kemarin pukul 12.00 WIB.
Status dinaikkan oleh BPPTKG karena aktivitas kegempaan yang meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaida, peningkatan aktivitas Gunung Merapi terpantau sejak 2018. Lantas, pada 21 Juni 2020, sempat terjadi erupsi eksplosif. ”Sejak saat itu kegempaan internal vulkanis baik gempa dalam (VTA), dangkal (VTB), serta gempa rambatan (MP) fase banyak terus meningkat,” jelas Hanik dalam keterangan yang diterima Jawa Pos kemarin (5/11).
Kelompok rentan yang dimaksud adalah orang tua lanjut usia, anak-anak, difabel, serta hewan ternak. Mereka akan diungsikan terlebih dahulu. Nah, dari tiga padukuhan tadi, di Kalitengah Lor, salah satu di antaranya, masih ada 160 kelompok rentan.
Seperti dilansir Jawa Pos Radar Jogja, tidak seluruhnya diungsikan ke barak. Ada beberapa warga yang sudah memiliki rumah lainnya. Sudah diinventarisasi, ada beberapa warga yang memiliki keluarga dan lokasi rumahnya berada di bawah. Sudah berkoordinasi untuk bisa memberikan tempat pengungsian bagi warga yang rentan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman juga mulai menargetkan perbaikan di jalur evakuasi. Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono menjelaskan, saat ini masih ada beberapa titik jalur evakuasi yang kondisinya sangat memprihatinkan. Yakni, jalur evakuasi Banjarsari hingga Srunen yang nantinya akan diperbaiki.
Selain itu, kerusakan paling parah terjadi di jalur evakuasi Gadingan hingga Singlar. "Kami upayakan pekan depan dicor," jelas Joko kemarin (5/11).
Pemkab Klaten dan Boyolali juga langsung konsolidasi menghadapi kemungkinan dampak erupsi Merapi. Mulai skenario evakuasi pengungsi hingga pemenuhan kebutuhan lain.
Sebagaimana dilansir Jawa Pos Radar Solo, rapat di rumah dinas wakil bupati Klaten langsung dipimpin Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko. ’’Saat ini kita berada di status siaga. Tetapi, dalam hitungan menit bahkan jam maupun hari bisa naik ke level awas,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, sudah saatnya dilakukan tindakan lebih maupun ekstrem untuk menyiapkan segala sesuatunya. ’’Ini untuk meminimalisasi jatuhnya korban,” jelas Sujarwanto setelah memimpin rakor.
Langkah utama yang dilakukan adalah pembersihan aktivitas di radius 5 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi. Khusus wilayah Klaten, terdapat sembilan dusun di tiga desa di Kecamatan Kemalang yang terancam bahaya bencana erupsi Merapi.
Meliputi Dusun Pajekan, Canguk, dan Sumur di Desa Tegalmulyo. Dusun Petung, Kembangan, dan Deles di Desa Sidorejo. Kemudian Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, dan Gondang di Desa Balerante.
Total penduduk di area radius tersebut sekitar 1.300 jiwa. Tetapi, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi ke lokasi tempat evakuasi sementara (TES). Terkait kapan warga dievakuasi, itu bergantung kebijakan masing-masing pemerintah desa setelah berkoordinasi dengan warganya.
Baca juga:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
