
Ilustrasi lahan pertanian.
JawaPos.com- Jumlah lahan pertanian di Kota Malang semakin menyempit setiap tahun. Hal itu disebabkan karena alih fungsi lahan menjadi permukiman dan kawasan industri. Akibatnya, kebutuhan pangan penduduk Kota Malang justru disuplai oleh daerah-daerah sekitar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kota Malang Sri Winarni mengatakan, saat ini luas lahan pertanian khususnya padi tinggal 821 hektare saja. Menurutnya, Kota Malang memang bukan daerah pertanian. Pasalnya, lahan yang dimiliki hanya sekitar 1.104 hektare.
"Tapi tidak semuanya berupa sawah. Sekitar 821 hektare saja bisa ditanami padi," ujarnya, Sabtu (16/3).
Oleh sebab itu, dia tidak memungkiri bahwa selama ini kebutuhan pangan penduduk Malang justru lebih banyak ditopang oleh daerah lain di sekitarnya. "Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Malang, hanya sedikit sekali hasil produksi padi yang menyumbang kebutuhan masyarakat," katanya.
Pihaknya terus berupaya untuk mengoptimalkan sawah yang tersedia. "Kami juga melakukan strategi di wilayah kota. Luas tanah di Kota Malang kan banyak digunakan permukiman serta kawasan industri dan bisnis," ungkapnya.
Melihat hal itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumahnya untuk membudidayakan tanaman pangan. Salah satunya dengan urban farming (pertanian perkotaan).
Sebagai informasi, berdasarkan data Disperta-KP Kota Malang, produksi padi yang dihasilkan untuk satu kali musim tanam mencapai 6-7 ton per hektare. Sedangkan untuk koefisien tanam, ada pada kisaran 2,3 per tahun atau 7 kali masa tanam-panen dalam 3 tahun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
