
Tim dari DVI Polda Jateng dengan dibantu tim URDOKKES Polres Batang melakukan evakuasi dan otopsi kerangka Slamet alias Sugeng korban dukun maut di desa Sawangan, Kecamatan Gringsing.
JawaPos.com – Kasus pembunuhan dengan tersangka dukun pengganda uang bernama Muslimin (45) masih berbuntut panjang. Tim DVI Polda Jateng dibantu tim URDOKKES Polres Batang melakukan proses evakuasi dan otopsi terhadap jasad korban kedua yang telah dipendam sejak tiga tahun lalu, Kamis (14/12).
Saat dievakuasi, jasad Slamet alias Sugeng (50) warga Dukuh Sambungrejo, Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, itu sudah berbentuk kerangka atau hanya tersisa tulang belulang. Setelah dievakuasi, jasad Sugeng kemudian dilakukan outopsi oleh petugas gabungan.
Dari hasil outopsi diketahui bahwa korban mengalami luka di bagian wajah. Tulang dagu dan rahang korban remuk karena terdapat bekas hantaman benda tumpul.
“Hal ini sesuai dengan pengakuan tersangka yang mengatakan sempat memukul korban menggunakan balok kayu dari arah samping. Setelah meninggal, kemudian oleh tersangka, jasad korban dikubur dengan posisi ditekuk dan dibungkus menggunakan kain sarung,” ungkap Kapolsek Gringsing, AKP Sugianto, kemarin.
Sugianto mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan yang dilakukan warga Dukuh Segan, Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing, itu berkat adanya penyidikan intensif oleh tim Reskrim Polres Batang. Mereka berhasil mengorek keterangan dari istri pelaku yang menyatakan bahwa suaminya tiga tahun yang lalu pernah bercerita telah membunuh Slamet alias Sugeng (50) dan mengubur mayatnya di lokasi peternakan ayam tidak jauh dari rumah korban.
Setelah membunuh korban, pelaku dengan dingin tetap melanjutkan pekerjaan dan menguasai sepeda motor korban dengan alasan sebagai ganti upah yang sekian bulan belum dibayar. “Pelaku bisa digolongkan sebagai psikopat dan tidak menutup kemungkinan ada korban yang lain,” lanjut kapolsek.
Pihak kepolisian saat ini terus mengumpulkan berbagai informasi, termasuk mengamankan istri dan anak pelaku untuk penyidikan lebih lanjut. Selain itu, rumah tersangka juga dijaga selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pengamanan rumah pelaku kami lakukan karena warga sekitar menduga ada korban lain yang dikuburkan oleh tersangka di dalam rumahnya,” kata Sugianto.
Sementara Ketua RT 01/RW 03 tempat korban berdomisili, Kuswanto menceritakan, pelaku pernah bekerja sebagai penjaga dan dibuatkan rumah di dekat kandang ayam oleh Sugeng.
Semasa hidup, korban Sugeng lebih banyak menghabiskan waktu bekerja di Malaysia. Bahkan sampai menjelang akhir hayatnya, korban masih sering keluar masuk Negeri Jiran tersebut. Uang hasil bekerjanya, digunakan untuk modal usaha di kampungnya.
"Tetapi entah mengapa usaha yang dirintis korban mulai dari ternak lele sampai dengan ayam, semuanya mengalami kebangkrutan,” katanya.
Diduga, tersangka Muslimin yang saat itu ikut bekerja pada korban tahu permasalahan bosnya tersebut. Itu yang mendasari tersangka datang menemui korban untuk menawarkan praktek ritual penggandaan uang. Namun, belum diketahui berapa jumlah uang yang telah disetorkan korban.
“Baik istri maupun keluarga korban menyangka kalau korban selama ini pergi ke Malaysia mencari modal lagi. Selain itu, tersangka Muslimin juga mengelabuhi istri korban dengan berpura-pura memberikan uang titipan suami yang dikirim lewat rekening tersangka,” bebernya.
Istri korban yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta langsung pulang begitu mendapat kabar suaminya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. Keluarga dari Lamongan juga didatangkan sebagai pembanding DNA.
Royanah tidak menyangka jika suaminya akan dibunuh oleh pelaku. Karena selama ini suaminya memperlakukan Muslimin dengan begitu baik.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
