
Pameran sastra bertajuk “Yang Terbit, Yang Tenggelam: 60 Tahun Majalah Horison” digelar di Galeri PDS H.B. Jassin, Lantai 4 Gedung Ali Sadikin, Taman Ismail Marzuki. (Dispusip Jakarta)
JawaPos.com - Majalah sastra Horison melewati perjalanan panjang. Proses itu mencerminkan sejarah pemikiran, pergulatan estetik, dan jejak intelektual yang membentuk wajah Sastra Indonesia.
Pendapat itu diungkap oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono di sela pameran sastra bertajuk “Yang Terbit, Yang Tenggelam: 60 Tahun Majalah Horison” di Galeri PDS H.B Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. pada Jumat (24/4).
Pameran oti merupakan hasil kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Perpustakaan Jakarta, serta Pusat Dokumen Sastra (PDS) H.B. Jassin.
Kegiatan yang terbuka untuk publik itu merupakan upaya memperluas akses masyarakat terhadap khazanah sastra Indonesia sekaligus menandai 60 tahun perjalanan Horison.
Baca Juga:Universitas Al Azhar Kairo Buka Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Kemendikdasmen Apresiasi
Djoko Surjono mengatakan, pameran iitu merupakan bagian dari peran institusi publik dalam menjaga warisan budaya. “Pameran ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi publik dalam merawat memori kolektif bangsa melalui sastra,” ujarnya pada Jumat (25/4).
Mengangkat tema “Yang Terbit, Yang Tenggelam”, pameran ini mengajak publik melihat sejarah sastra tidak hanya dari karya yang bertahan, tetapi juga dari kemungkinan-kemungkinan yang tidak sempat muncul ke permukaan.
Tim kurator yang dipimpin Esha Tegar Putra menelaah sekitar 360 edisi Majalah Horison dari koleksi PDS H.B. Jassin. Dari proses tersebut dipilih sejumlah cerpen dan puisi yang merepresentasikan lanskap estetik Horison. Selain itu, lebih dari 30 ilustrasi dari periode 1966 hingga 1990 turut ditampilkan untuk memperlihatkan perkembangan visual dalam majalah tersebut.
Untuk memperkaya konteks, pameran ini juga menghadirkan arsip foto dari Dewan Kesenian Jakarta yang menunjukkan keterkaitan erat antara ekosistem kesenian di Taman Ismail Marzuki dengan para tokoh di balik Majalah Horison.
Berbeda dengan penyajian sejarah yang linear, pameran ini mengusung pendekatan kuratorial fragmentaris. Pengunjung diajak menelusuri potongan peristiwa, gagasan, serta dinamika redaksional yang membentuk Horison sejak pertama kali terbit pada 1966.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
