
Dalam kepercayaan leluhur Jawa dan tradisi Tionghoa, hari lahir (weton) dan shio dipercaya dapat memengaruhi alur kehidupan seseorang. Foto: Freepik
JawaPos.com-Dalam pandangan leluhur Jawa, kehidupan manusia kerap dianalogikan seperti aliran sungai yang panjang dan berliku. Ada masa ketika arusnya tenang, ada pula saat air mengalir deras menghantam bebatuan, dan di waktu lain sungai itu membawa keberkahan yang melimpah.
Salah satu faktor yang diyakini memberi warna pada perjalanan sungai kehidupan seseorang adalah weton, yaitu hari kelahiran menurut perhitungan Jawa.
Sementara itu, dalam tradisi Tionghoa dikenal shio, yang ditentukan berdasarkan tahun kelahiran. Ketika kedua tradisi ini dipadukan, lahirlah sebuah peta spiritual yang memberikan gambaran lebih utuh mengenai karakter, nasib, dan potensi rezeki seseorang.
Namun perlu digarisbawahi: kepercayaan ini bukanlah nasib mutlak. Ia lebih seperti peta perjalanan. Peta dapat menunjukkan arah, tetapi langkah kaki, kerja keras, doa, dan kebijaksanaan tetaplah faktor utama yang menentukan hasil akhir.
Dilansir dari kanal Rezeki dan Hoki, dari sekian banyak kombinasi shio dan weton, ada enam shio yang menempati posisi istimewa. Mereka dianggap sebagai simbol keberuntungan, rezeki mengalir deras, dan daya tarik yang membawa kehidupan ke arah kemakmuran.
Dalam mitologi Timur, naga selalu dipandang sebagai lambang kejayaan, kekuatan, dan pelindung keseimbangan alam. Orang yang lahir di bawah shio Naga dikenal memiliki kharisma alami yang membuatnya mudah dihormati orang lain.
Ketika shio Naga berpadu dengan weton Legi, lahirlah pribadi dengan aura kepemimpinan besar. Leluhur Jawa menyebut orang seperti ini membawa wahyu ke daton, yaitu sinar kepemimpinan yang menjadikannya mudah meraih kedudukan dan penghormatan.
Memiliki karisma yang memikat banyak orang.
Mudah meraih dukungan masyarakat.
Rezeki tidak hanya berupa materi, tetapi juga cinta, kepercayaan, dan loyalitas orang sekitar.
Cocok menjadi pemimpin, pengusaha, atau tokoh masyarakat.
Ada banyak kisah orang yang lahir dengan kombinasi ini dan menjadi tokoh penting di masyarakat. Seorang lurah di pedesaan Jawa misalnya, lahir di weton Legi dengan shio Naga. Ia tidak pernah kesulitan membangun warganya. Gagasannya selalu diterima dengan antusias, dan dukungan masyarakat membuat program yang ia jalankan berhasil.
Macan adalah simbol keberanian, ketegasan, dan kekuatan hati. Mereka yang lahir dengan shio Macan biasanya tidak gentar menghadapi tantangan. Apalagi bila kelahiran jatuh pada weton Pahing, energi keberaniannya berlipat ganda.
Berani mengambil risiko dalam hidup maupun bisnis.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
