Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Agustus 2025, 23.21 WIB

Jika Anda Tidak Ingin Menjadi Jauh dengan Anak-Anak yang Sudah Dewasa, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Perilaku Halus Ini Menurut Psikologi

seseorang yang dekat dengan anak yang sudah dewasa. (Freepik/EyeEm) - Image

seseorang yang dekat dengan anak yang sudah dewasa. (Freepik/EyeEm)

JawaPos.com - Hubungan orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak beranjak dewasa.

Namun, pola hubungan itu berubah.

Anak yang dulu selalu mencari perlindungan kini memiliki kehidupan, pendapat, dan prioritas sendiri.

Sayangnya, banyak orang tua tanpa sadar memelihara perilaku-perilaku halus yang justru mendorong anak menjauh secara emosional.

Dalam psikologi keluarga, perilaku ini sering disebut toxic subtle behaviors — kebiasaan yang tidak ekstrem tapi konsisten melemahkan ikatan emosional.

DIlansir dari Geediting pada Sabtu (9/8), jika Anda ingin menjaga kedekatan, inilah 8 perilaku yang sebaiknya ditinggalkan.

1. Terlalu Sering Mengkritik Pilihan Hidup Mereka

Bahkan komentar yang dimaksudkan sebagai “masukan” bisa terdengar seperti kritik.

Psikologi menunjukkan bahwa kritik yang berulang dapat memicu defensiveness (mekanisme pertahanan diri) pada anak dewasa, membuat mereka lebih memilih untuk membatasi komunikasi.

Ganti dengan: Ajukan pertanyaan terbuka dan dengarkan dulu sebelum memberi saran.

Misalnya, “Aku penasaran, apa yang membuatmu memilih itu?”

Ini memberi ruang bagi anak untuk bercerita tanpa merasa dihakimi.

2. Menggunakan Rasa Bersalah sebagai Alat Kendali

Kalimat seperti, “Mama kan sudah tua, nggak ada yang menemani” atau “Papa dulu berkorban banyak untuk kamu” sering dimaksudkan untuk memancing perhatian.

Namun, dari sudut pandang psikologi hubungan, ini adalah bentuk emotional manipulation yang dapat merusak rasa nyaman anak untuk berinteraksi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore