
Robot kecerdasan berwujud dipamerkan di AIR Design House, Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok (Global Times)
JawaPos.com - Tiongkok sedang mempercepat upaya mengubah keunggulan riset menjadi kekuatan industri. Strateginya kini tidak lagi bertumpu pada terobosan ilmiah di satu kota, melainkan menghubungkan laboratorium, perusahaan, kapasitas manufaktur, dan pasar dalam skala kawasan.
Gambaran perubahan itu terlihat di pabrik NIO yang sangat terotomatisasi di Hefei, Provinsi Anhui. Dua sistem berbasis kecerdasan buatan memeriksa kendaraan yang baru dirakit. Salah satunya menyelesaikan 69 pemeriksaan dalam 84 detik, sedangkan sistem lain menguji sendiri hampir 1.000 fungsi dalam sekitar tiga menit.
Dilansir dari Global Times, Rabu (2/9/2026), Direktur Urusan Publik NIO Manufacturing Yang Yi mengatakan, "Dengan terus melatih dan menyempurnakan model kami menggunakan data yang dihasilkan dari produksi sehari-hari, kami telah membuat pabrik lebih efisien dan cerdas. AI kini dapat membantu 80 persen pengambilan keputusan produksi di pabrik."
Baca Juga:Robotaxi hingga Pabrik Pintar, Inovasi Tiongkok Ubah Cara Dunia Melihat Masa Depan Teknologi
Model tersebut mencerminkan arah baru kebijakan teknologi Tiongkok. Tiga pusat inovasi sains dan teknologi internasional menjadi penggeraknya, yakni Beijing yang diperluas ke kawasan Beijing-Tianjin-Hebei, Shanghai yang mencakup Delta Sungai Yangtze, serta Kawasan Teluk Raya Guangdong-Hong Kong-Makau. Perluasan Beijing dan Shanghai menandai pergeseran dari terobosan berbasis satu kota menuju koordinasi inovasi regional, sebagaimana diarahkan dalam Konferensi Kerja Ekonomi Pusat 2025.
Di Beijing, lebih dari 200 platform telah dibangun untuk mendukung seluruh proses komersialisasi hasil penelitian, termasuk tahap pembuktian konsep. Sementara itu, pusat perdagangan teknologi Zhongguancun secara rutin menggelar presentasi hasil riset dari laboratorium nasional dan kota. Tujuannya jelas: memperpendek jarak antara penemuan ilmiah dan kebutuhan industri.
Kawasan Teluk Raya mengembangkan model lintas batas yang menghubungkan penelitian di Hong Kong dan Makau dengan komersialisasi di daratan. Lima universitas riset Hong Kong telah membangun platform alih teknologi di Qianhai dan menginkubasi lebih dari 150 proyek sains dan teknologi. Di Guangzhou, produsen cip CanSemi Technology bahkan membangun pabrik dari nol hingga mulai berproduksi dalam 18 bulan untuk memasok cip analog bagi perangkat elektronik dan peralatan rumah tangga.
Kawasan itu kini memiliki 10 fasilitas infrastruktur sains dan teknologi nasional utama serta 10 klaster industri dengan nilai masing-masing melampaui 1 triliun yuan. Dengan kurs Rp2.639 per yuan, nilainya setara lebih dari Rp2.639 triliun per klaster. Shanghai, di sisi lain, membuka platform riset ilmiah berbasis AI dan akses terhadap berbagai skenario aplikasi industri. Teknologi simulasi yang dikembangkan Shanghai Smartlogic Technology mampu memangkas sejumlah simulasi obat dan material baru dari hitungan tahun menjadi beberapa hari.
Meski demikian, tantangan utama masih berada pada mata rantai inovasi. Beijing unggul dalam jumlah peneliti dengan publikasi yang banyak dikutip, Shanghai menonjol dalam fisika, kimia, dan ilmu hayati, sedangkan Kawasan Teluk Raya memiliki kekuatan pada arus lintas batas sumber daya riset serta jumlah perusahaan teknologi tinggi dan pengajuan paten internasional. Namun, para ahli menilai ketiganya masih harus mengatasi hambatan dari riset awal hingga produksi massal.
Kepala Institut Informasi Ilmiah dan Teknis Tiongkok Chen Baoming mendorong ketiga kawasan melakukan riset bersama, berbagi sumber daya, serta menyelaraskan kebijakan inovasi. Dia juga menekankan bahwa komersialisasi seharusnya direncanakan sejak awal penelitian, bukan baru dipikirkan setelah hasil riset tercipta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Lens vs Sporting Lisbon di Liga Champions: Kedua Tim Incar Kemenangan Beruntun
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Al Sadd vs Al Hilal: The Blue Waves Siap Menang Tipis di Doha
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gabriel Magalhaes Tetap Andalan Lini Belakang The Gunners

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022