Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Agustus 2023, 07.15 WIB

Era AI, UMKM yang Belum Terdigitalisasi Wajib Masuk Ekosistem Digital

Ilustrasi: orang yang berkembang pesat.(Support my Mac) - Image

Ilustrasi: orang yang berkembang pesat.(Support my Mac)

JawaPos.com - Tren pertumbuhan jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus meningkat. Dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), terdapat sekitar 12 juta UMKM baru selama periode pandemi Covid-19 sehingga totalnya menjadi 64 juta unit usaha.

Dari total tersebut, baru sekitar 32 persen diantaranya sudah go digital. Adapun, mayoritas belum go digital karena beberapa faktor dari keterbatasan pemahaman teknis hingga kesulitan akses talent yang dibutuhkan.

Selain itu, penting bagi UKM agar mampu beradaptasi seiring dengan laju perubahan teknologi yang dinamis, misalnya dalam satu dekade terakhir sudah terjadi perubahan signifikan di dunia media sosial dan search engine optimization (SEO).

Sebagai contoh, Facebook menjadi media sosial primadona pada 10 tahun lalu, yang rata-rata kontennya berupa gambar. Namun, kini tren telah bergeser ke Instagram dan TikTok dengan konten yang didominasi oleh tayangan video.

Dinamika itu membuat perubahan dalam kebutuhan talent dan jasa untuk mendukung bisnis UKM. Saat ini, UKM lebih membutuhkan videografer hingga tools untuk membuat video. Selain itu, dari sisi search engine optimization (SEO) juga banyak mengalami perubahan algoritma yang signifikan dalam satu dekade terakhir.

Kini, strategi SEO lebih tekonsentrasi pada penciptaan konten yang sesuai dan relevan dengan audiens. Ditambah lagi tren kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang sedang inn sekarang, memaksa para pelaku UMKM yang belum terdigitalisasi untuk segera go digital.

Salah satu tantangan yang juga peluang bagi pengembangan bisnis UKM adalah implementasi AI generative dalam proses operasional bisnis. Menurut riset McKinsey, penggunaan Generative AI tools bisa meningkatkan produktivitas sebuah divisi dalam satu organisasi sebesar 35 persen - 55 persen.

Dari pengalaman Sribu, platform yang menyediakan freelancer terkurasi dan telah melayani sekitar 30.000 UKM di Indonesia selama 11 tahun terakhir, mencatat beberapa kebutuhan kliennya selama ini mencakup mulai dari branding, packaging, logo, foto makanan, foto minuman, data entry, content upload, dan manajemen media sosial.

Namun, seringkali terdapat banyak UMKM yang mengalami kesulitan dalam menentukan sumber daya manusia yang mereka butuhkan, khususnya pengambilan keputusan untuk merekrut jasa freelancer atau karyawan penuh waktu. Bahkan banyak pula ditemukan pemilik bisnis melakukan semua pekerjaan, hal ini sebetulnya bukanlah ide yang baik, karena pemilik bisnis seharusnya lebih fokus pada pengembangan bisnisnya.

Ryan Gondokusumo selaku CEO Sribu mengatakan, sebenarnya untuk menilai kebutuhan itu cukup mudah, UKM dengan keuntungan sekitar Rp 10 juta - Rp 20 juta per bulan hingga sekitar Rp 300 juta per tahun direkomendasikan untuk memanfaatkan jasa freelancer.

Namun apabila bisnis sudah mulai berkembang dan naik level, contohnya ingin ekspansi, pembukaan cabang baru atau menjangkau customer lebih luas lagi, UMKM bisa mulai mempertimbangkan untuk merekrut karyawan penuh waktu.

“Untuk itu, kami juga menyediakan opsi hire freelance menjadi full time di bidang IT, seperti web developer dan pengembang aplikasi/program. Ke depannya, akan lebih banyak freelancer bidang lain yang bisa direkrut langsung oleh UMKM untuk bisa masuk ke ekosistem digital,” ujar Ryan melalui keterangannya.

Untuk UMKM yang baru saja dimulai atau dalam tahap berkembang, disarankan untuk memanfaatkan layanan freelancer sebagai cara efektif untuk mengelola biaya, sehingga bisnis dapat tumbuh. Sribu hadir sebagai solusi bagi kekhawatiran dalam mencari freelancer berkualitas, dengan menyediakan platform yang menawarkan freelancer terkurasi.

Secara keseluruhan, terdapat tiga cara UKM bisa sukses bersama Sribu, pertama, kontes desain, di sini UMKM bisa mendapatkan puluhan hingga ratusan desain berkualitas dengan biaya hanya satu desain saja. Layanan ini spesial untuk kebutuhan desain.

Kedua, layanan 1 on 1 dengan Freelancer untuk kebutuhan UMKM seperti, desain grafis & branding, web & pemrograman, pemasaran & periklanan, penulisan & penerjemahan, dan video, fotografi & audio. Ketiga, package, di sini UMKM bisa mengambil layanan paket beberapa kebutuhan yang nanti akan diprovide oleh Sribu bersama para talent freelancer terkurasinya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore