
Jalan Raya Pantura Beji, Pasuruan, terendam banjir akibat hujan deras pada Selasa sore (24/3). (M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasuruan sejak Selasa sore (24/3), menyebabkan bencana banjir di sejumlah titik. Tinggi air yang mencapai 60 centimeter membuat arus lalu lintas tersendat.
Dari pantauan Radar Bromo, Jawa Pos Group, banjir mulai menggenang sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Pasuruan Barat dan Selatan. Bukan hanya merendam rumah warga, banjir juga membuat akses jalan utama lumpuh.
Seperti yang terjadi di Jalan utama Pandaan-Malang di Sukorejo dan jalan Pasuruan-Malang. Saat petang, genangan air yang cukup dalam mengganggu lalu lintas di Jalur Pantura Beji (penghubung Gempol - Bangil).
Kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan sempat tidak dapat melintas. Kondisi ini tentu memicu antrean panjang. Apalagi bertepatan dengan arus balik Lebaran 2026 di mana terjadi lonjakan kendaraan.
Potret wilayah Pasuruan dikepung banjir pun direkam warga dan memenuhi linimasa media sosial, seperti yang diunggah oleh akun Instagram @pasuruanapik_. Sebanyak tujuh video banjir sudah dibagikan sejak Selasa sore.
"Jalur Pasuruan - Probolinggo di Blandongan Bok Wedi, Kota Pasuruan sementara ditutup (akibat banjir). Bagi pengguna jalan diharapkan untuk mencari jalur alternatif," tulis akun dengan 125 ribu pengikut dalam captionnya.
Satlantas Polres Pasuruan mengimbau masyarakat yang hendak menuju Surabaya atau sebaliknya agar menghindari Jalur Pantura Beji. Sebab, banyak pengendara roda dua yang nekat menerobos dan berakhir mogok mesin.
"Sebagian pengendara memilih putar balik masuk lewat jalur tol, sementara sisanya masih bertahan menunggu air surut," ucap salah satu pengendara yang terjebak banjir di Jalur Pantura Beji, Zamroni, 40 kepada Radar Bromo.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengungkapkan banjir kali ini melanda hampir seluruh wilayah, mulai dari kawasan timur hingga barat secara merata.
Kecamatan Beji menjadi daerah paling terdampak, terutama Desa Pasinan yang kondisinya paling parah. Evakuasi difokuskan di sana, sementara genangan 50 - 60 cm sempat melumpuhkan jalur pantura.
"Tim personel BPBD Kabupaten Pasuruan sudah dikerahkan untuk melakukan evakuasi di titik-titik terdampak banjir, khususnya di wilayah Beji (yang dampak banjirnya cukup parah)," pungkas Kalaksa Sugeng.
