Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 01.25 WIB

Bikin Inovasi Energi untuk IKN, Dua Pelajar Surabaya Raih Medali Emas di Ajang BIICC 2025 di Sarawak Malaysia

Ezekiel Shawn Wondo dan Numa Fathun Nizar saat menerima piala di ajang BIICC 2025 yang digelar di Kuching, Sarawak, Malaysia, Juni lalu. (Istimewa) - Image

Ezekiel Shawn Wondo dan Numa Fathun Nizar saat menerima piala di ajang BIICC 2025 yang digelar di Kuching, Sarawak, Malaysia, Juni lalu. (Istimewa)

JawaPos.com – Prestasi membanggakan baru saja ditorehkan dua pelajar Surabaya di kancah internasional.

Ezekiel Shawn Wondo dan Numa Fathun Nizar, siswa Sekolah Ciputra Surabaya, sukses meraih Medali Emas pada ajang Borneo International Innovation Creativity Competition (BIICC) 2025 yang digelar di Kuching, Sarawak, 26–30 Juni 2025.

Tak hanya itu, mereka juga membawa pulang Platinum Award dan Kenyalang Grand Award, mengungguli ratusan peserta dari berbagai negara yang turut berkompetisi.

Proyek mereka berfokus pada rancangan sistem energi berkelanjutan untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Inovasi ini sekaligus menjawab dua tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) PBB, yakni SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

“Teknologi surya dan angin sudah cukup matang, tapi penerapannya di wilayah berkembang seperti Nusantara masih banyak tantangan,” ujar Numa, Rabu (23/7).

Dalam penelitiannya, mereka mengembangkan model Mixed Integer Linear Programming (MILP) untuk merancang jaringan mikro terbarukan (microgrid) yang optimal, termasuk analisis kelayakan ekonominya.

Model ini memanfaatkan data iradiasi surya dan kecepatan angin (NREL 2020), serta biaya unit panel surya, turbin angin, dan baterai.

“Proyek ini kami harap bisa terus dikembangkan menjadi solusi nyata, khususnya untuk kawasan yang membutuhkan energi bersih dengan biaya terjangkau,” kata Ezekiel.

Dia mengakui bahwa pengalaman di BIICC sangat menantang, karena mereka harus mempresentasikan konsep teknis kepada juri lintas disiplin dan budaya. Untuk itu, kekompakan tim dan komunikasi yang efektif menjadi kunci keberhasilan.

“Kami banyak latihan, termasuk simulasi tanya jawab, agar mampu menjawab pertanyaan kritis dengan percaya diri,” tambahnya.

Sebelum ke BIICC, keduanya sempat meraih Gold dan Grand Award di Indonesia Science Research Competition (ISRC). Namun, BIICC disebut memberi pengalaman lebih luas karena diikuti inovator muda dari berbagai negara.

“Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan kami mendukung transisi energi Indonesia ke arah yang lebih bersih dan berkelanjutan,” timpal Numa.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore