Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Maret 2025, 23.23 WIB

Pasar Burung Eks Dolly Mangkrak, Pemkot Ubah Jadi Gedung Serbaguna

Suasana Pasar Burung Dolly yang kini mangkrak. Pemkot Surabaya alihkan jadi gedung Serbaguna. (Juliana Christy / Jawa Pos) - Image

Suasana Pasar Burung Dolly yang kini mangkrak. Pemkot Surabaya alihkan jadi gedung Serbaguna. (Juliana Christy / Jawa Pos)

JawaPos.com – Pasar burung di kawasan eks-lokalisasi Dolly yang awalnya digadang-gadang sebagai pusat ekonomi baru bagi warga Putat Jaya kini justru sepi dan terbengkalai. Bangunan dua lantai yang dibangun sebagai tempat berdagang kini tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Para pedagang yang dulu berusaha bertahan akhirnya gulung tikar karena minimnya pembeli.
 
Bilal Bagus, salah satu pedagang burung yang sempat membuka usaha di pasar tersebut, mengaku mengalami kerugian besar hingga jutaan rupiah akibat sepinya transaksi.
 
“Waktu awal dibuka tahun 2018, pasar ini memang sempat ramai, apalagi saat ada lomba burung. Tapi setelah itu, jumlah pengunjung terus menurun sampai akhirnya kami terpaksa tutup. Saya sendiri rugi lebih dari Rp 3 juta,” katanya kepada JawaPos.com, Minggu (2/3).
 
 
Menurut Bilal, lomba burung yang diadakan saat peresmian pasar memang sempat menarik banyak orang. Namun, tanpa adanya program lanjutan untuk mempertahankan antusiasme, pasar kembali sunyi.
 
Hal serupa dirasakan oleh Dwi Warni, seorang pedagang makanan yang sempat berjualan di lantai dua pasar. Ia mengira keberadaan pedagang burung akan menarik pelanggan untuk membeli makanan dan minuman, tetapi kenyataan berkata lain.
 
“Saya sudah menyiapkan modal untuk jualan nasi bungkus dan minuman. Tapi ternyata yang datang hanya saat ada lomba, setelah itu sepi. Akhirnya, saya rugi dan memilih tutup,” keluh wanita 62 tahun itu.
 
Ketua RT 05 Putat Jaya, Muhammad Ridwan, menilai sejak awal proyek pasar burung ini tidak sesuai dengan kebutuhan warga setempat. Menurutnya, mayoritas masyarakat di sekitar Putat Jaya tidak memiliki keterampilan dalam bisnis burung, sehingga pasar tersebut sulit berkembang.
 
 
“Kami sebenarnya sudah menyampaikan bahwa warga di sini tidak terbiasa berdagang burung. Tapi tetap saja proyek ini dipaksakan karena bagian dari program pemerintah,” ujarnya.
 
Ridwan menjelaskan bahwa awalnya terdapat 38 stan yang disediakan untuk pedagang burung dan UMKM, tetapi dalam waktu singkat, sebagian besar tutup karena sepinya pembeli.
 
“Kalau saja ada pendampingan dan promosi yang jelas, mungkin bisa bertahan. Tapi setelah diresmikan, pasar ini dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya meramaikannya,” tambahnya.
 
Melihat kondisi pasar yang tidak berkembang, Pemkot Surabaya akhirnya mengambil langkah untuk mengalihfungsikan bangunan tersebut. Sejak Januari 2025, lantai dua pasar mulai direnovasi dan diubah menjadi gedung serbaguna yang bisa digunakan warga.
 
Camat Sawahan, Amiril Hidayat, menjelaskan bahwa pemerintah ingin memanfaatkan fasilitas yang ada agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.
 
“Kami putuskan untuk mengubah lantai dua menjadi fasilitas olahraga. Warga bisa memanfaatkannya secara gratis untuk bermain tenis meja dan bulu tangkis,” jelasnya.
 
Saat ini, proses renovasi sedang berlangsung. Sekat-sekat telah dipasang untuk membentuk lapangan olahraga. Pemerintah berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat lebih besar dibandingkan mempertahankan pasar burung yang terbukti tidak berjalan efektif.
 
 
Namun, warga masih berharap agar bangunan tersebut bisa digunakan untuk keperluan yang lebih produktif secara ekonomi. Beberapa mengusulkan agar tempat itu dijadikan pusat kuliner atau lokasi acara pernikahan, sehingga tetap bisa membantu perekonomian warga sekitar.
 
Selain kondisi pasar burung yang terbengkalai, Ridwan juga mengungkapkan bahwa beberapa bangunan di kawasan eks-Dolly mulai beroperasi kembali dengan modus baru.
 
“Sekarang ada beberapa tempat yang berkedok kos-kosan, tapi praktiknya masih sama seperti dulu. Kalau dibiarkan, lama-lama bisa kembali seperti masa lokalisasi dulu,” tuturnya.
 
Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pengalihfungsian pasar, tetapi juga memastikan kawasan eks-lokalisasi Dolly benar-benar berubah menjadi lingkungan yang lebih positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore