
ilustrasi orang menimbang berat badan. (Freepik)
JawaPos.com - Bulan suci Ramadan telah tiba, seluruh Muslim di penjuru dunia menjalankan ibadah puasa.
Banyak yang beranggapan bahwa puasa dapat menurunkan berat badan.
Namun, kenyataannya tidak sedikit yang mengalami kenaikan berat badan setelah menjalani puasa Ramadan.
Oleh karena itu, ahli gizi klinis di Klinik Healthbay Dubai, Sara Abdelghany menyampaikan setidaknya 10 tips menghindari kenaikan berat badan setelah bulan suci Ramadan.
Berikut ini 10 tips agar berat badan tetap stabil selama Ramadan dan setelahnya sebagaimana dilansir JawaPos.com dari Al Arabiya English.
Baca Juga: Inilah 6 Sifat Kepemimpinan Inspiratif yang Memotivasi Orang Lain, Salah Satunya Manusiawi, bukan Otoriter
1. Konsumsi protein, sayuran, dan karbohidrat kompleks dalam porsi seimbang
Saat berbuka dan sahur, pastikan asupan makanan mencakup protein (ayam, ikan, tahu, tempe), sayuran (bayam, wortel, brokoli), dan karbohidrat kompleks (beras merah, oatmeal, kentang).
Protein dan serat membantu kenyang lebih lama, sementara karbohidrat kompleks mencegah lonjakan gula darah secara drastis.
2. Kurangi makanan yang digoreng, pilih metode masak yang lebih sehat
Makanan yang digoreng tinggi kalori dan lemak trans yang dapat meningkatkan berat badan.
Alternatifnya, panggang atau rebus makanan agar tetap lezat tanpa tambahan minyak berlebih.
Misalnya, ganti gorengan dengan tahu kukus atau ayam panggang.
Baca Juga: Dijamin Tajir! 5 Weton Ini Punya Garis Tangan Kekayaan Melimpah
3. Hindari minuman tinggi kalori seperti jus dan minuman manis
Banyak minuman khas Ramadan seperti es buah, sirup, dan minuman soda yang mengandung gula tinggi.
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan lonjakan insulin, yang berujung pada peningkatan berat badan.
Sebaiknya, pilih air putih, infused water, atau teh herbal tanpa gula.
4. Batasi konsumsi kurma, buah kering, dan kacang-kacangan
Meskipun sehat, kurma, kismis, almond, dan kacang-kacangan mengandung kalori tinggi.
Jika dikonsumsi tanpa kontrol, dapat menyebabkan surplus kalori yang berujung pada kenaikan berat badan.
Batasi konsumsi kurma 2-3 butir per hari dan tak lebih dari segenggam kacang.
5. Jangan makan berlebihan, dengarkan sinyal kenyang tubuh
Salah satu kesalahan umum saat berbuka adalah makan dalam jumlah besar sekaligus.
Tubuh butuh waktu untuk mengirim sinyal kenyang ke otak, jadi makanlah perlahan dan berhenti sebelum merasa terlalu kenyang.
Gunakan metode 'makan perlahan' dan kunyah makanan minimal 20 kali sebelum menelan.
6. Pilih camilan sehat, batasi makanan manis
Mengonsumsi takjil manis dalam jumlah besar bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang berujung pada rasa lapar lebih cepat.
Sebagai gantinya, pilih camilan sehat seperti yogurt tanpa gula, buah segar, atau kacang almond dalam porsi kecil untuk menjaga keseimbangan energi.
7. Jangan mengemil makanan manis atau kue kering saat lapar
Saat rasa lapar menyerang, sering kali orang cenderung memilih camilan yang manis seperti kue kering, biskuit, atau permen.
Hal ini bisa memicu nafsu makan berlebihan dan peningkatan berat badan.
Sebaiknya, konsumsi makanan dengan protein tinggi seperti telur rebus atau segenggam almond untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.
8. Jangan menyediakan terlalu banyak varian makanan di meja makan
Ketika ada terlalu banyak pilihan makanan, cenderung sulit mengontrol porsi makan.
Usahakan untuk menyiapkan menu yang sederhana dan seimbang, misalnya satu sumber protein, satu jenis karbohidrat kompleks, dan satu jenis sayuran.
Hal ini akan membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.
9. Tetap berolahraga meski di bulan Ramadan
Puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Meski intensitasnya bisa dikurangi, tetaplah bergerak setidaknya 3-4 kali seminggu.
Olahraga ringan seperti yoga, stretching, atau jalan kaki setelah berbuka sangat dianjurkan untuk menjaga metabolisme tubuh tetap aktif.
10. Aktif bergerak dan usahakan jalan 10.000 langkah sehari
Gaya hidup pasif selama Ramadan, seperti banyak duduk atau tidur setelah berbuka, bisa memicu kenaikan berat badan.
Targetkan untuk tetap berjalan minimal 10.000 langkah sehari, yang bisa dicicil dengan berjalan sebelum sahur, setelah berbuka, atau saat tarawih untuk membantu membakar kalori secara alami.
Dengan menerapkan 10 tips di atas secara konsisten, berat badan akan tetap stabil selama Ramadan, tubuh tetap bugar, dan ibadah puasa menjadi lebih lancar. Selamat mencoba!
