
Workshop daur ulang sampah plastik kerja sama Universitas Ciputra dengan DLH Kota Surabaya.
JawaPos.com–Program Studi Fashion Product Design and Business Universitas Ciputra, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menyelenggarakan workshop transformatif tentang fesyen sirkular serta potensi daur ulang plastik dan tekstil berjudul Fashioning The Waste.
Workshop diikuti 40 peserta perwakilan 40 kampung zero waste dari RW yang sudah dipilih dinas lingkungan hidup. Kegiatan itu memperkenalkan konsep circular fashion, menciptakan dampak positif terhadap lingkungan, mendorong konsumsi yang bijaksana, dan memicu perubahan dengan berbasis komunitas bersama Kampung Zero Waste.
”Pentingnya pengetahuan dampak yang dihasilkan industri fesyen terhadap lingkungan adalah untuk menjaga lingkungan. Peserta pun langsung berdiskusi sembari belajar tentang praktik fesyen berkelanjutan,” papar Rahayu Budhi Handayani, dosen Fashion Product Design and Business (FPD) Universitas Ciputra.
Dia menjelaskan, peserta akan berfokus pada aspek praktis dari daur ulang plastik menjadi produk modis. Peserta lokakarya mempelajari teknik inovatif untuk mengubah sampah plastik menjadi barang yang bergaya dan fungsional seperti dompet dan tas belanja.
”Kegiatan ini mendorong kreativitas peserta dan meningkatkan potensi upcycling sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi polusi plastik,” terang Rahayu.
Memberi edukasi dan memberdayakan para peserta, lanjut dia, workshop itu menginisiasi perubahan positif dalam perilaku konsumen dan mendorong industri fesyen yang lebih berkelanjutan.
”Kami ingin memperkenalkan fesyen sirkular sebagai alternatif dari model linier fashion yang memiliki banyak dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial. Kegiatan ini sebagai upaya mendorong konsumsi yang bijak melalui komunitas Kampung Zero Waste,” ujar Rahayu.
”Dengan menggabungkan pengetahuan dan pengalaman langsung, diharapkan bisa menginspirasi peserta untuk mencoba potensi upcycling sehingga dapat berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” imbuh dia.
Sementara itu, Dyan Prasetyaningtyas, sub koordinator penyuluhan lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, berharap kolaborasi antara Universitas Ciputra dan Pemerintah Kota Surabaya bisa berkelanjutan untuk menuju masa depan yang lebih hijau.
”Kolaborasi ini bisa lanjut untuk lebih sebagai gerakan masal sehingga dapat mengubah industri fesyen berkelanjutan dan mempromosikan konsumsi yang bertanggung jawab,” tutur Dyan.
Salah satu peserta lokakarya, ibu Asri Hardini dari RW 12 Mojo menyatakan, akan mempraktikkan hasil pelatihan untuk mengembangkan kreasi daur ulang sampah plastik yang sudah dilakukan.
”Yang penting sudah tahu caranya dan memang harus pakai perasaan untuk menghasilkan desain yang bagus,” ungkap Asri.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
