
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Achmad Nurdjayanto (dua kanan) saat meninjau pembangunan Jalan Wiyung. (Antara)
JawaPos.com - Pemkot menargetkan pelebaran total Jalan Wiyung tuntas tahun 2027. Kebutuhan anggarannya mencapai Rp 1,97 triliun. Rinciannya, Rp 1,6 triliun untuk pembebasan lahan dan sekitar Rp 366 miliar untuk pembangunan fisik. Proyek ini dibagi dalam beberapa tahap dengan sumber dana campuran APBD dan pinjaman. dimana targetnya rampung pada 2027.
Usulan Dana Alternatif Dibahas Dewan
Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menyampaikan, proyek ini masuk dalam prioritas strategis karena Jalan Wiyung merupakan jalan arteri sekunder yang menghubungkan kawasan barat dan selatan kota. "Kepadatan lalu lintas sudah tinggi, dengan V/C ratio 0,935. Peningkatan kapasitas jadi kebutuhan mendesak," ujarnya. Saat ini, pengajuan pembiayaan alternatif sedang dibahas bersama DPRD.
Fokus Pembebasan Lahan di 2025
Pada 2025, Pemkot memprioritaskan pembebasan lahan hingga Puskesmas Lidah Kulon dengan estimasi anggaran Rp 130 miliar. Tahun berikutnya (2026), pengerjaan fisik dimulai untuk ruas yang telah dibebaskan dan dilanjutkan pembebasan menuju pertigaan Wisma Lidah Kulon.
Dorong Konektivitas Regional
Selain memecah kepadatan lalu lintas dalam kota, pelebaran Jalan Wiyung juga diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, terutama antara Surabaya–Gresik. Proyek ini menjadi bagian dari agenda prioritas dalam Perda RTRW 2025–2045 dan RPJMD 2025–2029.
Pengerjaan Dilanjutkan ke Arah Barat
Kabid Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya Adi Gunita menjelaskan, pada 2027 pembangunan akan difokuskan dari pertigaan Wisma Lidah Kulon menuju ke Aspol Pangkingan. Sementara fisik sepanjang sekitar 800 meter di sisi barat dijadwalkan mulai dibangun tahun itu.
Saluran Tengah dan Jalan Dua Lajur
Dalam pengerjaannya, pelebaran tidak hanya sebatas badan jalan. Saluran drainase utama juga akan dibangun di tengah sebagai lanjutan dari saluran existing. Konsep jalur nantinya dibuat dua lajur seperti di depan kawasan Wisata Bukit Mas.
Skema Bertahap hingga 2027
Pelebaran dilakukan dalam tiga tahap besar. Tahun 2024 telah dikerjakan 350 meter. Pada 2025 dilakukan pembebasan lahan 1,2 km (fisik 2026), dan pembebasan 800 meter lagi pada 2026 (fisik 2027). Sisanya dilanjutkan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Warga Yang Terdampak Sudah Dikumpulkan
Ketua LPMK Lidah Wetan Andi mengatakan, kemacatan sering terjadi di pertigaan Lontar Lindah Kulon. Terutama saat ada kendaraan dari timur belok ke utara. Karena akses sempit, mobil dibelakangnya menunggu. "Warga yang dibebaskan tahun ini sudah dikumpulkan dan ada pengukuran," terangnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
