Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Februari 2025 | 02.59 WIB

Atasi Kemacetan, Pemkot Surabaya Kaji Pembukaan Akses Dharmahusada-Unair

Pemkot Surabaya kaji pembukaan akses Dharmahusada - Unair untuk atasi kemacetan di Jalan Raya Kertajaya Indah atau simpang empat KONI. ( Ahmad Khusaini / Jawa Pos) - Image

Pemkot Surabaya kaji pembukaan akses Dharmahusada - Unair untuk atasi kemacetan di Jalan Raya Kertajaya Indah atau simpang empat KONI. ( Ahmad Khusaini / Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemerintah Kota Surabaya terus mencari solusi untuk mengatasi kemacetan di sejumlah titik strategis, termasuk di simpang empat Jalan Raya Kertajaya Indah atau simpang empat KONI. Salah satu langkah yang tengah dikaji adalah pembukaan jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas di titik tersebut.
 
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengungkapkan bahwa salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pemanfaatan Jalan Dharmahusada yang terhubung langsung dengan Kampus C Universitas Airlangga (Unair).
 
"Jalan Dharmahusada bisa dijadikan alternatif agar arus kendaraan tidak hanya bertumpu pada satu simpang," ujar Irvan di Surabaya. Namun, ia menegaskan bahwa rencana pembukaan akses dari permukiman Dharmahusada Indah menuju simpang empat Kampus C Unair masih dalam tahap identifikasi lahan.
 
 
Selain membuka jalur alternatif, Pemkot Surabaya juga menerapkan berbagai strategi lain untuk mengurangi kemacetan, seperti peningkatan kapasitas jalan, pengaturan lalu lintas di persimpangan, serta pengembangan transportasi umum massal. Pemerintah berharap semakin banyak warga yang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum sehingga beban jalan bisa berkurang.
 
Irvan menambahkan bahwa Pemkot Surabaya juga mengadopsi konsep compact city atau kota kompak dalam perencanaan tata ruang kota. Konsep ini menekankan pengembangan kawasan dengan pola mixed-use development, yaitu menggabungkan berbagai fungsi dalam satu area agar masyarakat bisa mengakses kebutuhan sehari-hari tanpa harus melakukan perjalanan jauh.
 
"Konsep kota kompak dengan pengembangan mixed-use menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih terhubung dan inklusif. Di area seperti ini, masyarakat bisa menemukan hunian, restoran, layanan publik, sekolah, fasilitas budaya, hingga ruang terbuka hijau dalam satu kawasan," jelasnya. Dengan pendekatan ini, kebutuhan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi dapat dikurangi, sehingga turut berkontribusi dalam mengatasi kemacetan.
 
Untuk saat ini, Pemkot Surabaya masih mengoptimalkan sistem traffic light di sejumlah persimpangan utama, termasuk di kawasan MERR dan simpang empat KONI. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurai antrean kendaraan dan meningkatkan kelancaran lalu lintas di Kota Surabaya.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore