
Balai Kota sebagai ikon pusat Pemerintahan Kota Surabaya. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com–Berburu Koin Jagat sedang digandrungi masyarakat. Tak terkecuali di Kota Surabaya, anak-anak, remaja, hingga dewasa, rela menghabiskan waktunya untuk menemukan kepingan koin.
Konon katanya, kepingan Koin Jagat itu bisa ditukar menjadi uang. Nominalnya beragam, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Kepingan koin itu disebar di beberapa titik oleh pihak pengelola.
Lokasinya pun bervariasi, ada yang di Taman Kota, jalur pedestrian, di bawah pot bunga, di pinggir sungai, di lingkungan kampus, perumahan, hingga pusat perbelanjaan. Para pemburu dapat mencari koin melalui aplikasi Jagat.
Sayangnya sejak viral di media sosial, fasilitas umum (fasum) hingga tanaman di Taman Kota Surabaya rusak karena terinjak pemburu koin. Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya) pun tidak tinggal diam.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya M. Fikser mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban dan mengawasi secara ketat aktivitas perburuan koin. Hal ini sebagai langkah antisipasi awal.
”Ini lagi kita telusuri ya, dari Satpol PP juga sudah sebar anggota untuk mengantisipasi adanya hal-hal seperti itu, taman kita jaga, kan kita juga tidak tahu itu disebar di mana,” ujar Fikser ditemui di Surabaya, Jumat, (10/1).
Fikser menerangkan bahwa Pemkot tidak bisa melakukan pemblokiran aplikasi Jagat, sebah hal itu merupakan kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI).
Meski begitu, Pemkot Surabaya akan melayangkan surat peringatan kepada pengelola aplikasi Jagat, agar lebih memperhatikan lokasi peletakan dan keselamatan pemburu koin Jagat di Kota Pahlawan.
”Cara menyebarnya kan juga harus diperhatikan, fenomena ini baru dua hari ya. Jangan sampai ditaruh di pinggir sungai lalu (pencari koin) kecemplung dan nggak bisa berenang kan bahaya,” tambah Fikser.
Satpol PP Kota Surabaya mengimbau masyarakat, terutama para pemburu koin untuk tetap menjaga fasilitas umum dan tidak merusak tanaman-tanaman di Taman Kota Surabaya.
