Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2025, 17.55 WIB

Jukir Liar Merajalela di KBS Surabaya, Komisi C DPRD Desak Pertanggungjawaban Dishub

Parkir liar di Jalan Setail, dekat wisata Kebun Binatang Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Parkir liar di Jalan Setail, dekat wisata Kebun Binatang Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Maraknya juru parkir (jukir) liar masih menjadi tantangan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang perlu dituntaskan segera. Praktik ini jelas meresahkan sekaligus merugikan masyarakat. 
 
Para Jukir ini kerap mengetok tarif lebih tinggi dari tiket yang tertera di karcis. Di Surabaya, keberadaan parkir liar mudah ditemukan di kawasan yang ramai, seperti tempat wisata dan pusat perbelanjaan.
 
Belum lagi saat musim libur panjang (high season), jukir liar ini turut mewarnai tempat wisata. Seperti yang terjadi baru-baru ini di kawasan wisata Kebun Binatang Surabaya, Jalan Setail.
 
 
Dari pantauan JawaPos.com, beberapa juru parkir liar berjejer di Jalan Setail. Mereka bergantian mengarahkan pengunjung KBS yang hendak parkir. Untuk satu sepeda motor, jukir menarik tarif parkir Rp 10 Ribu.
 
Alhasil, tidak sedikit pengunjung yang memarkirkan kendaraannya kepada jukir liar, salah satunya dialami Shinta Miranda. Warga asal Sidoarjo itu mengaku diarahkan oknum jukir liar untuk parkir di luar area KBS.
 
"Biasanya saya parkir di dalam KBS, tetapi waktu itu ramai banget, terus diarahin parkir sama orang akhirnya belok. Eh taunya itu parkir tidak resmi, gak dapat karcis," ujar Shinta kepada JawaPos.com, Rabu (7/1).
 
Mengenai tarif parkir liar Rp 10 Ribu untuk satu sepeda motor, Shinta mengaku keberatan. Namun, ia tidak memiliki pilihan lain karena sudah terlanjur memarkirkan motornya di tempat jukir liar.
 
 
"Tarif resminya saja Rp 5 Ribu, jadi parkir liar itu dua kali lipatnya. Tetapi sudah terlanjur dan gak tau, ya sudah. Seharusnya petugas Dishub lebih diperbanyak biar gak kecolongan jukir liar gini, kasian pengunjung" imbuhnya.
 
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dan melakukan evaluasi kinerja dinas. Termasuk di dalamnya soal parkir.
 
"Minggu depan kami akan memanggil dishub. Nanti akan bahas soal parkir liar dan target PAD yang belum tercapai. Terus ke depan, langkah-langkah seperti apa yang akan dijalankan," ujar Eri saat dikonfirmasi, Rabu (7/1).
 
Dishub Kota Surabaya sebenarnya memasang CCTV di sejumlah titik. Tujuannya untuk menghitung jumlah kendaraan yang terparkir. Eri menyebut keberadaan CCTV seharusnya juga digunakan untuk mengendalikan parkir liar.
 
"Keberadaan terowongan pejalan kaki atau tunnel di Joyoboyo juga seharusnya bisa meminimalisir parkir liar di sekitar KBS. Tetapi beberapa laporan menyatakan di sekitar KBS tetap ada parkir liar," tukas Eri Irawan. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore