Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2025, 05.14 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Dorong Pejabat Pemkot dan BUMD Susun Proposal Visi Misi 2025

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meminta seluruh pejabat untuk menyusun proposal visi misi 2025. (Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meminta seluruh pejabat untuk menyusun proposal visi misi 2025. (Pemkot Surabaya)

JawaPos.com – Mengawali tahun baru, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengumpulkan jajaran kepala perangkat daerah (PD) di Graha Sawunggaling. Mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten, Kepala Dinas, Camat, hingga Lurah hadir dalam pengarahan tersebut.
 
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri menyampaikan rasa terima kasih atas kinerja jajaran Pemkot Surabaya sepanjang 2024 yang dinilainya telah berhasil menjaga stabilitas dan penataan kota, terutama selama masa Pileg, Pilpres, dan Pilkada.
 
“Alhamdulillah, teman-teman semua di tahun 2024 kita telah berjibaku bersama menata Kota Surabaya. Tahun ini, kita harus memiliki semangat dan jiwa baru untuk terus maju,” ujar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi di Surabaya, Kamis (2/1).
 
 
Menariknya, Eri memberikan peluang besar kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi. Hal ini berlaku bagi siapa saja yang mampu menunjukkan visi misi besar terkait pembangunan kota.
 
“Saya ingin jabatan-jabatan di Surabaya dipegang oleh orang-orang yang memiliki inovasi dan visi jelas untuk memajukan wilayahnya. Misalnya di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DPRKPP), seorang pejabat harus tahu rencana besar yang akan dilakukan di dinas tersebut,” tegasnya.
 
Sebagai langkah awal, Eri meminta seluruh pejabat untuk menyusun proposal visi misi sebagai bahan pertimbangan. Proposal ini menjadi landasan untuk menentukan kesesuaian antara visi misi pejabat dengan posisi jabatan yang diinginkan.
 
“Proposal itu harus mencakup rencana kerja hingga 2027. Mau camat atau lurah, semua sama. Tidak ada yang tabu lagi untuk mengincar jabatan yang diinginkan selama memiliki gagasan yang jelas,” tambahnya.
 
Eri menegaskan bahwa proposal visi misi ini bertujuan untuk meminimalisir kegagalan program pembangunan dan memastikan keberlanjutan pembangunan kota. Ia juga mengingatkan bahwa pejabat yang tidak mampu memenuhi target kinerja akan dievaluasi dalam waktu enam bulan.
 
 
“Kalau tidak bisa memenuhi kontrak kinerja, pejabat tersebut bisa dievaluasi. Bisa saja diturunkan dari jabatan, meski eselon golongannya tetap. Itu adalah aturan kepegawaian yang sah, dan saya akan menerapkannya,” ungkapnya.
 
Evaluasi ini, lanjutnya, tidak hanya berlaku untuk pejabat pemkot tetapi juga untuk jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Wali Kota Eri menekankan pentingnya transformasi di BUMD untuk mendukung perubahan besar di Kota Surabaya pada 2025.
 
“BUMD seperti PD Pasar, misalnya, harus memperbaiki seluruh pasar di Surabaya pada tahun ini. Kalau tidak mampu, maka ada evaluasi. Jadi, setiap pejabat di BUMD juga harus memiliki gambaran besar tentang program pembangunan yang akan mereka jalankan,” katanya.
 
Sebagai langkah awal, Eri meminta seluruh pejabat di Pemkot dan BUMD untuk segera menyusun proposal visi misi pembangunan. Proposal tersebut akan dipresentasikan pada pekan depan sebagai bahan evaluasi dan seleksi.
 
“Anak-anak di pemkot sering sungkan untuk mendaftar posisi jabatan baru, padahal kesempatan itu harus diambil untuk mewujudkan cita-cita pembangunan kota. Ini bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang keberanian untuk membawa perubahan nyata bagi Surabaya,” tutupnya.
 
Dengan langkah ini, Eri berharap dapat menciptakan sistem yang transparan dan kompetitif dalam penempatan jabatan strategis di lingkungan Pemkot Surabaya. Selain itu, ia optimis perubahan besar dapat terwujud pada 2025 berkat dukungan visi misi yang kuat dari seluruh jajaran pemerintahannya.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore