Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Maret 2024 | 18.34 WIB

Pasca Ledakan di Mako Brimob, Kapolda: Penyimpanan Bahan Peledak Sudah Sesuai Prosedur

BERI SEMANGAT: Kapolda Jatim Irjen Imam Sugiyanto mengunjungi anggota Brimob yang menjadi korban ledakan di RS Bhayangkara Surabaya, Selasa (5/3). Kondisi sepuluh anggota Brimob  itu mulai membaik. - Image

BERI SEMANGAT: Kapolda Jatim Irjen Imam Sugiyanto mengunjungi anggota Brimob yang menjadi korban ledakan di RS Bhayangkara Surabaya, Selasa (5/3). Kondisi sepuluh anggota Brimob itu mulai membaik.

JawaPos.com – Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto kemarin membesuk sepuluh personelnya yang menjadi korban ledakan di Markas Gegana Brimob Polda Jatim. Jenderal bintang dua itu lega karena kondisi mereka berangsur membaik.

”Hari ini sudah dipastikan boleh pulang ke rumah masing-masing,” katanya setelah menjenguk para korban di RS Bhayangkara. Menurut Imam, luka yang dialami sepuluh anggota Brimob itu tidak terlalu parah. Hanya, lima di antaranya memang sempat mengeluh sesak napas setelah kejadian. ”Untuk luka kebanyakan karena serpihan kaca. Di tangan dan kepala sudah dijahit dan hari ini kondisi semuanya membaik,” sambungnya.

Imam mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi. Nanti dibangun gudang penyimpanan bahan peledak dengan ukuran lebih besar. Lokasinya juga diusahakan tidak berdekatan dengan permukiman. ”Dalam kajian. Intinya agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujarnya.

Ledakan yang terjadi diketahui berasal dari gudang penyimpanan bahan peledak berukuran 2 x 3 meter. Di dalamnya terdapat bom ikan atau bondet dan 10 kilogram petasan serta bahan kimia lain. ”Sebenarnya sudah disimpan di tempat khusus,” jelasnya. Namun, ledakan mendadak terjadi dari lokasi tersebut. Indikasinya, bahan kimia yang tersimpan bereaksi karena dipicu suhu yang panas. ”Dijadikan satu di situ (dalam gudang yang meledak) karena dalam waktu tidak terlalu lama segera dimusnahkan,” katanya.

JEBOL: Plafon salah satu ruang di kantor Kecamatan Krembang rusak akibat ledakan di Mako Brimob Polda Jatim pada Senin (4/3).

Menurut dia, penyimpanan bahan peledak sudah sesuai prosedur. Bahan peledak yang diamankan dari masyarakat biasanya dimusnahkan sebulan sekali. Termasuk mortir yang ditemukan di area RS UPT Vertikal Surabaya pada hari yang sama dengan ledakan. ”Jadi, jumlah bahan peledaknya relatif, tidak dalam jumlah atau batasan tertentu,” paparnya.

Imam menegaskan, peristiwa yang terjadi adalah kecelakaan. Kejadiannya berlangsung mendadak dan tanpa diduga. ”Yang pasti ada evaluasi agar tidak terulang,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak kemarin mulai mendata bangunan yang rusak akibat insiden tersebut. Pendataan dipimpin Kapolsek Krembangan Kompol Sudaryanto. Hasil pendataan sementara, terdapat tiga bangunan yang rusak. Yaitu, kantor Kecamatan Krembangan, Kodim 0830/Surabaya Utara, dan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Krembangan. Tiga bangunan itu memang cukup dekat dengan lokasi kejadian.

SWK Krembangan dan Kodim 0830/Surabaya Utara terletak tepat di depan Mako Brimob. Jaraknya sekitar 60 meter. Sementara itu, kantor Kecamatan Krembangan berada di belakang SWK Krembangan, berjarak sekitar 100 meter dari sumber ledakan. ”Ditemukan 17 titik kerusakan. Yaitu, 10 titik di Kodim 0830/Surabaya Utara, 5 di kantor Kecamatan Krembangan, dan 2 titik di SWK Krembangan. Kebanyakan kerusakan pada plafon, kaca, dan pintu,” kata Sudaryanto di SWK Krembangan kemarin siang.(edi/ian/c19/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore