Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Februari 2024, 14.28 WIB

Kisruh Pengajian Ustad Riza Basalamah di Surabaya, Pimpinan GP Ansor NU Buka Suara

Sebelum kajian, pengurus masjid sepakat dalam mediasi untuk tidak menggelar kajian bersama Ustad Riza Basalamah. - Image

Sebelum kajian, pengurus masjid sepakat dalam mediasi untuk tidak menggelar kajian bersama Ustad Riza Basalamah.

 
 
 
JawaPos.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menegaskan bahwa organisasi kepemudaan yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut tidak mempunyai DNA menolak, apalagi membubarkan pengajian agama Islam. 
 
“Yang terjadi adalah sikap tegas kader GP Ansor terhadap gerakan intoleransi atas nama pengajian yang isinya adalah menyerang dan menistakan ajaran dan amaliyah warga Nahdliyin,” tegas Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin di Jakarta, melalui keterangan resmi yang diterima JawaPos.com. 
 
Penyataan tegas itu keluar untuk merespon kekisruhan yang terjadi di Surabaya. Akibat sekelompok pengajian mendatangkan penceramah yang lazim menista ajaran dan amaliah Nahdlatul Ulama. Ditambah lagi, pengajian tersebut dilakukan di tengah-tengah penduduk yang mayoritas amaliahnya berpegang terhadap ajaran NU.
 
“Kader-kader Ansor dan Banser selama ini tugasnya mengawal pengajian. Kami komitmen akan hal itu. Namun, kami tegas dan tidak mundur selangkah pun terhadap pengajian-pengajian yang merongrong identitas kebangsaan Indonesia, intoleran, membangun narasi radikal, menghujat amaliyah NU, apalagi mau mengubah sistem negara,” tambah Addin.
 
Justru, menurut dia, setelah pihaknya menurunkan tim investigasi ke lapangan. Pihaknya menemukan sejumlah kejadian yang merugikan pihak Ansor. Antara lain, yakni pengingkaran terhadap komitmen yang sudah disepakati kedua belah pihak.
 
“Terjadi pengingkaran atas kesepakatan yang sudah dilakukan kedua belah pihak. Bahwa panitia tidak akan mendatangkan Syafiq Riza Basalamah, tetapi di lapangan itu berbeda,” imbuhnya.
 
Proses tabayun yang sudah dilakukan Ansor setempat justru mendapatkan perlawanan keras dari pihak penyelenggara. Terdapat kader Ansor yang dipukuli oleh oknum tertentu yang akhirnya membuat suasana bertambah keruh.
 
“Kendati kami dirugikan secara fisik, dan tentu saja juga penistaan terhadap amaliah NU, kami tetapi meminta kepada seluruh kader, utamanya di Surabaya, agar tidak terprovokasi dan menunggu komando dari pimpinan pusat,” sambungnya.
 
Addin juga meminta agar kader Ansor melakukan pengawalan terhadap kader yang ditimpa kekerasan melalui jalur penegakan hukum.
 
“Memerintahkan kepada Ketua PAC Gunung Anyar dan PC GP Ansor Surabaya untuk mengawal tindakan kekerasan dan pemukulan terhadap kader Ansor untuk dilokalisir dalam ranah penegakan hukum,” tandasnya.
 
 
Sebelumnya, Masjid Assalam Purimas Surabaya menggelar kajian yang mendatangkan Ustad Syafiq Riza Basalamah pada Kamis (22/2), setelah Isya. 
 
Namun, kajian itu justru berujung kericuhan. Jamaah Ustad Riza Basalamah dengan Banser bersitegang. Situasi itu terekam dan viral di media sosial.
 
Video yang diterima JawaPos.com memperlihatkan, jamaah Ustad Syafiq Riza Basalamah saling adu mulut dengan Banser di Masjid Purimas Surabaya yang menjadi venue. Ketua GP Ansor Cabang Gunung Anyar, Asyiqun menuturkan, Ustad Basalamah adalah penceramah yang tidak jarang menebarkan kebencian, provokatif dan perpecahan bagi kalangan pemeluk agama di tanah air.
 
"Kami nggak mau kalau kampung tercinta dimasuki, kami menolak tegas di wilayah kami, kami tidak mau dimasuki apapun dan siapapun yang bersifat provokatif. Bersifat memecah belah serta bersifat mementingkan golongan-golongannya tersendiri," ujarnya.
 
Selain itu, menurut dia, Ustad asal Jember Jawa Timur itu juga tidak jarang menghina Nahdlatul Ulama. “Mereka mengharam-haramkan, mereka menghina Nahdlatul Ulama, mereka menghina akidah-akidah kita, amaliah-amaliah kita diharamkan," paparnya. 
 
Sehingga, lanjut dia, pihaknya dengan tegas menolak kehadiran kajian dari Ustad Syafiq Riza Basalamah. Masjid Assalam Purimas Surabaya menjadi saksi ketika 200 anggota Banser datang membubarkan pengajian bakal digelar dengan mendatangkan Ustad Syafiq Riza Basalamah. Dalam insiden itu, lima anggota Banser mengalami luka pukulan di bagian wajah.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore