
Ornamen Natal di kawasan jantung Kota Surabaya. Diskominfo Surabaya/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen menjaga semangat toleransi dan keharmonisan untuk menghormati umat beragama. Salah satunya dengan memasang berbagai ornamen dan hiasan menyambut Natal di beberapa kawasan.
”Peringatan Natal ya ornamen Natal, waktu (perayaan agama) Budha ya diubah, nanti waktu Hindu juga. Wayahe (waktunya) Islam dibuatkan ketupat, kan indah. Hidup kita ini beragam, jadi saling melengkapi,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Sabtu (17/12).
Ornamen tersebut terpasang di kawasan jantung Kota Surabaya. Di antaranya di Monumen Bambu Runcing Jalan Panglima Sudirman (Pangsud), Plaza tengah Alun-Alun Surabaya, halaman luar dan dalam, serta teras kanopi Balai Kota Surabaya. Masyarakat pun dapat menikmati keindahan ornamen tersebut pada malam hari, yang diramaikan dengan keindahan rangkaian lampu warna-warni berbentuk pohon cemara.
Eri Cahyadi mengatakan, Kota Pahlawan merupakan kota toleransi dengan peringkat keenam di Indonesia dan peringkat pertama di Jawa Timur. Apalagi, masyarakat yang tinggal di Kota Surabaya berasal dari berbagai suku, ras, dan agama yang hidup saling berdampingan.
Menurut dia, Pemkot Surabaya terus menggandeng dan menjalin silaturahmi bersama para tokoh masyarakat, suku, dan lintas agama. Bahkan, melalui pertemuan yang dilakukan pada 15 Desember di Gedung Sawunggaling Pemkot Surabaya, perkumpulan adat/suku di Kota Surabaya bersedia melakukan penjagaan keamanan di gereja saat perayaan Hari Natal.
”Kemarin teman-teman sangat luar biasa. Dari teman-teman Maluku pun mengatakan, mereka yang beragama Islam siap menjaga gereja. Itu (telah) dicontohkan Banser (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama) dan Kokam (Kelompok Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah). Jadi saya ingin menunjukkan Surabaya itu kota toleransi, tolong menolong dan kota guyub rukun,” ujar Eri.
Eri mengaku, salah satu pemasangan ornamen Natal berada di kawasan wisata Plaza Alun-Alun Surabaya dipasang di dekat pintu masuk basement Alun-Alun Surabaya. ”Kalau yang posisinya dia (ornamen) di Alun-Alun, tapi tidak di sebelah masjid. Dia di pintu masuk, yang mau masuk ke bawah (basement), jadi tidak bersebelahan dengan masjid,” terang Eri.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan, Kota Surabaya merupakan kota pluralisme atau paham atas keberagaman. Karena itu, harus difasilitasi dengan memasang ornamen tematik Natal yang dilakukan saat memasuki Desember.
Hebi mengaku, pemasangan ornamen Natal di Kota Surabaya baru dilakukan kali pertama pada 2022. Pemasangan ornamen itu dilakukan sejak 14 Desember oleh DLH dan masih akan terus berlanjut di beberapa tempat lain. Hal itu berdasar keinginan Wali Kota Eri Cahyadi bahwa Kota Pahlawan merupakan kota pluralisme.
”Tempat usaha lain juga akan melakukan hal yang sama. Kami tangkap sebagai momen yang bagus, memasang ornamen ini secara tematik. Memasang rumbai-rumbai lampu Natal karena memang kalau seperti itu menunjukkan Surabaya ini terdapat kerukunan umat beragama, suku dan ras yang bagus,” papar Agus Hebi.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
