Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Mei 2022 | 05.00 WIB

Pemkot Surabaya Gelar Kompetisi Panahan Tradisional

Peserta membidik target dengan panah tradisional. Humas Pemkot Surabaya - Image

Peserta membidik target dengan panah tradisional. Humas Pemkot Surabaya

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) menggelar Kejuaraan Nasional Panahan Tradisional Piala Wali Kota Surabaya. Kejuaran itu memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) Ke-729. Kompetisi. Digelar dua hari, Sabtu-Minggu (21-22/5) di Lapangan Sepak Bola Mulyorejo.

Pembukaan kejuaraan nasional itu dilakukan Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan M. Afghani Wardhana, mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Pembukaan itu ditandai dengan pelepasan anak panah dari Afghani beserta jajaran pemkot lainnya.

Afghani menyampaikan sambutan Wali Kota Surabaya. Menurut dia, Kejuaraan Nasional Panahan Tradisional merupakan salah satu dari 10 kegiatan bertema olahraga dalam rangkaian HJKS ke-729. ”Selain untuk memperingati HJKS, Kejuaraan Nasional Panahan Tradisional ini juga menjadi bagian pendukung dalam program sport tourism,” kata Wali Kota Eri dalam sambutan yang dibacakan Afghani.

Dia menjelaskan, Kejuaraan Nasional Panahan Tradisional juga menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan panahan tradisional di Surabaya, dan lebih-lebih di Indonesia. ”Dengan semangat dan kerja sama yang baik dari seluruh elemen panahan tradisional, saya yakin panahan tradisional ini bisa berjaya hingga ke kancah internasional,” ujar dia.

Dia berpesan kepada seluruh peserta untuk selalu menjaga sportivitas dalam mengikuti seluruh rangkaian kompetisi. ”Dalam lapangan bolehlah bersaing dan berkompetisi, namun di luar lapangan harus tetap diingat bahwa semuanya adalah saudara sebangsa dan setanah air. Terus junjunglah sportivitas dan selamat mengikuti kompetisi,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, Kejuaraan Nasional Panahan Tradisional diikuti 350–400 peserta yang akan memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya. Dalam kejuaraan nasional itu, ada 9 kategori yang dilombakan.

”Karena ini sudah kejuaraan nasional, alhamdulillah pesertanya berasal dari Jawa dan Bali juga,” kata Trio.

Dalam kompetisi kali ini, juga dilombakan kategori Jemparingan. Dalam kategori tersebut, para pemanah tidak membidik sasaran yang berbentuk empat lingkaran seperti biasanya. Namun, memanah bandulan.

”Jadi, para pemanah itu membidik sasaran berbentuk bandulan setinggi kurang lebih 25 sentimeter. Di atas sendiri warna merah, di bawahnya kuning dan di bawahnya lagi putih. Nah, di bawah bandulan itu ada klintingan atau lonceng kecil. Saat anak panah tepat mengenai sasaran, bandulan itu akan berbunyi klintingggg...., sehingga para pemanah dan penonton akan bersorak bahagia ketika bunyi klinting itu,” terang Trio.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore