Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Oktober 2023, 20.58 WIB

Krisis Air Bersih di Gresik Meluas ke 31 Desa, BPBD Siapkan 600 Tangki Siap Kirim

KEMARAU PANJANG: Petugas BPBD Gresik saat mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan. - Image

KEMARAU PANJANG: Petugas BPBD Gresik saat mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan.

JawaPos.com– Musim kemarau diprediksi berlangsung hingga akhir tahun. Sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik telah melaporkan adanya kekeringan hingga mengakibatkan krisis air bersih. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) pun terus mendapat pengajuan permintaan air bersih.

Sebagaimana diketahui, kemarau panjang di wilayah Gresik berdampak pada mengeringnya sumber air di desa-desa. Mulai sumur, waduk, hingga sungai. Bahkan, Waduk Bunder yang tergolong besar mengering. Debit air di Waduk Bunder sedikit.

BPBD Pemkab Gresik mencatat, sudah ada 148 tangki air bersih yang didistribusikan ke desa-desa. Total ada 31 desa di delapan kecamatan yang menerima air bersih tersebut.

Yakni, Kecamatan Kedamean, Duduksampeyan, Panceng, Driyorejo, Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan Kecamatan Bungah.

’’Kali ini memang cuaca sangat panas dan kemarau berlangsung lebih lama. Karena itu, banyak desa yang mengajukan permintaan air bersih,” ucap Kepala BPBD Pemkab Gresik Darmawan kemarin.

Dia menyebutkan, air bersih itu digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Sebab, tambah Darmawan, sudah tidak ada lagi sumber air di desa-desa. Kalaupun masih ada, kualitas airnya sangat buruk.

Jika tidak segera turun hujan, ujar Darmawan, krisis air bersih dampak dari kekeringan itu diprediksi meluas. Sebab, berdasar pemetaan BPBD, terdapat 54 desa di 11 kecamatan yang memiliki risiko tinggi kekeringan. Namun, sejauh ini desa-desa itu belum masuk daftar terdampak krisis air bersih.

Meski sudah banyak air bersih yang terdistribusi, menurut Darmawan, permintaan air bersih terus berdatangan. Namun, pihaknya akan mendistribusikan air secara bertahap.

’’Sampai sekarang, permintaan air terus masuk ke BPBD. Kami tetap distribusi secara bertahap,” lanjutnya.

Pada September, permintaan air bersih tercatat naik signifikan jika dibandingkan pada Agustus yang hanya 19 desa di tujuh kecamatan. Hingga akhir September, sudah ada 31 desa di delapan kecamatan.

’’Memang sudah meluas jika dibandingkan pada Agustus lalu. Permintaan masih banyak,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih itu, BPBD telah menyiapkan 600 tangki air bersih yang siap dikirimkan ke desa-desa. Pihaknya meminta desa melapor ke BPBD atau melalui kecamatan apabila membutuhkan air bersih. (son/c12/diq)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore