Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juli 2023 | 05.48 WIB

Surabaya Miliki Barbershop Tertua di Indonesia, Shin Hua Didirikan Sejak 1911

Shin Hua, dinobatkan sebagai barbershop tertua di Indonesia (Foto : Forum Film Dokumenter). - Image

Shin Hua, dinobatkan sebagai barbershop tertua di Indonesia (Foto : Forum Film Dokumenter).

 
JawaPos.com - Sabtu (15/7) akun TikTok @mariaabiring mengunggah sebuah video perjalanannya saat berkunjung ke Surabaya. Video tersebut ramai dibanjiri komentar warganet lantaran menunjukkan sebuah toko pangkas rambut atau barbershop yang dinobatkan sebagai barbershop tertua di Indonesia.
 
Nama barbershop itu adalah Shin Hua. Lokasinya berada di jalan Kembang Jepun no. 38 Surabaya. Pemiliknya saat ini bernama Jen Ding Kwok atau nama Indonesianya adalah Edy Kustanto.
 
Dalam video tersebut, terlihat barbershop berada di lantai dua dan masih mempertahankan dekorasinya yang klasik. Khas tempo dulu termasuk kursi cukur, letak cermin, papan nama dengan aksara cina bahkan Edy sempat menunjukkan alat pangkas rambut jadul karena kebanggaannya terhadap peninggalan ayahandanya tersebut.
 
 
Dilansir dari Radar Surabaya, Shin Hua didirikan oleh Tan Shin Tjo, ayah dari Edy pada 1911. Dalam bahasa Indonesia Shin Hua berarti baru mekar. "Ayah saya berasal dari Hokkiu, Tiongkok yang mengadu nasib di Surabaya," ujar Edy yang dikutip dari Radar Surabaya.
 
Edy merupakan generasi kedua sebagai penerus. Beliau mengatakan, ayahnya memiliki 17 anak, namun yang mau meneruskan untuk menjadi tukang cukur hanya dirinya. "Jadi ayah saya punya dua istri. Yang istri dari Tiongkok punya anak lima, sedangkan ibu saya asli Jawa dari Malang. Tapi yang meneruskan usaha ayah ya cuma saya, sekitar tahun 1965," terangnya yang dikutip dari Radar Surabaya.
 
Dalam video TikTok tersebut dijelaskan bahwa sejak duduk di bangku SMP, Edy sudah rajin membantu ayahnya. Setelah SMA putus sekolah, beliau kemudian diminta ayahnya untuk pergi ke Malang guna belajar pangkas rambut.
 
Edy mengungkapkan bahwa barbershop tersebut ramai saat masih aktif dan dikelola oleh ayahnya. Dalam sehari terdapat sekitar 125 pelanggan yang datang. Namun sayangnya seiring berjalannya waktu semakin sepi.
 
Hal tersebut diungkapkannya karena selain perkembangan zaman, banyak dari pelanggan setianya yang telah tiada. Kemudian pandemi Covid-19 seolah menambah alasan barbershop tersebut menjadi sepi.
 
"Sejak pandemi saya sudah tidak pernah mencukur, bukan karena tutup. Tapi karena sudah tidak ada lagi yang datang," ujar Edy yang dikutip dari Radar Surabaya.
 
Beliau mengaku terakhir mencukur sekitar satu bulan sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia. Selama pandemi, Edy bertahan hidup dengan mengandalkan tabungan. "Dulu kalau sebelum pandemi, saya memasang tarif Rp 40.000 untuk setiap kali mencukur," tambahnya.
 
Diakhir video, Edy menunjukkan sebuah buku berjudul 'Peradaban Rambut Nusantara' dimana dibuku tersebut namanya tercantum sebagai pewaris Shin Hua Barbershop Surabaya. Beliau juga mengungkapkan pernah diundang oleh Presiden Jokowi ke Jakarta.
 
Meski Edy mengaku dalam kondisi sakit selam beberapa bulan ini hingga sudah benar-benar tidak menerima pangkas rambut lagi, semangat laki-laki berusia 74 tahun ini tetap ada saat menceritakan masa kejayaan barbershop tersebut. Sayangnya, Edy mengaku dari 10 orang anaknya tidak ada satupun yang mau menjadi penerusnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore