Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juli 2023 | 00.14 WIB

Bangga, Film Koesno dan Soera Ing Baja Bakal Diputar di Layar Tancap JCC & Festival Peneleh

Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Wiwiek Widayati. - Image

Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Wiwiek Widayati.

JawaPos.com–Pemkot Surabaya bersama Bank Indonesia (BI) Jawa Timur sebentar lagi akan menggelar event Java Coffee Culture (JCC) & Festival Peneleh 2023. Event tersebut akan digelar 7-9 Juli di Jalan Tunjungan dan Jalan Peneleh, Kota Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, acara JCC & Festival Peneleh 2023 tak hanya memanjakan pencinta kopi. Tapi juga menarik minat warga yang ingin bernostalgia sekaligus berwisata menikmati suasana Kota Surabaya tempo dulu di kawasan Peneleh.

”JCC dan Festival Peneleh akan digelar di dua tempat. Jalan Tunjungan dan Jalan Peneleh. Di masing-masing tempat tersebut ada berbagai pertunjukan, mulai dari penampilan musisi lokal dan nasional, stan UMKM, hingga teatrikal pertempuran Jalan Tunjungan. Nanti panggung berada di pertigaan Pasar Genteng, kemudian untuk teatrikal ada di sisi ujung utara Jalan Tunjungan, depan Hotel DoubleTree,” kata Wiwiek, Rabu (5/7).

Sedangkan di spot kedua, Wiwiek melanjutkan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan mengikuti pembukaan Festival Peneleh. Di kawasan itu, pengunjung disuguhkan suasana era 1960-1980an. Pengunjung juga bisa menikmati Pasar Rakjat dan Layar Tanjap, Peneleh Heritage Track, dan sebagainya.

”Nanti ada pemutaran film Koesno dan Soera Ing Baja. Film yang diperankan Wali Kota Eri Cahyadi ini merupakan film hasil kolaborasi antara Pemkot Surabaya, TVRI, dan Begandring Soerabaia,” lanjut Wiwiek.

Sementara itu, Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim Muslimin Anwar menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk turut meramaikan JCC & Festival Peneleh 2023 pada 7-9 Juli. Di Jalan Tunjungan akan ada beragam booth minuman olahan kopi dari berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Event ini memang (disuguhkan) untuk para coffee lovers atau memang ingin mencoba kopi. Ada tersedia beragam kopi, dengan rasa dan harga yang sesuai masing-masing,” tutur Muslimin.

Muslimin mengajak warga Kota Surabaya yang ingin berwisata pada akhir pekan, datang ke acara JCC & Festival Peneleh. Jalan Tunjungan dan Peneleh sudah menjadi sebuah kawasan wisata sejarah di Kota Pahlawan.

”Arek-arek Suroboyo bisa merasakan kopi-kopi terbaik dari Sabang-Merauke, tidak hanya Jawa. Pada 9 Juli juga ada pertunjukan malam puncaknya semarak JCC & Festival Peneleh, dan tak lupa ada artis ibu kota Pongki Barata eks Jikustik dan band kebanggaan kita Klantink,” terang Muslimin.

Inisiator Begandring Soerabaia Kuncarsono Prasetyo mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemkot Surabaya dan BI Jatim telah menggeliatkan wisata sejarah di kawasan Peneleh. Pria yang akrab disapa Kuncar itu mengungkapkan, kolaborasi itu sangat luar biasa dan masif dalam mengembangkan wisata sejarah di Kota Pahlawan.

”Kita merancang ini (Festival Peneleh) tidak hanya secara fisik, akan tetapi mulai jauh hari BI Jatim sempat mengajak konsultan untuk mengembangkan desain kawasan Peneleh. Setidaknya 5 tahun ke depan ini menjadi tahu apa yang akan dilakukan (pengembangan) di kawasan ini,” papar Kuncarsono Prasetyo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore