
DLH Surabaya gelar perasi yustisi tertibkan warga yang mencuci rumen atau membuang jeroan hewan kurban menyisir Sungai Kalimas di Kawasan Jalan Ngagel Surabaya.
JawaPos.com–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menggelar operasi yustisi untuk menertibkan warga yang mencuci rumen atau membuang jeroan hewan kurban di Sungai Kalimas. Operasi yustisi itu dipimpin Kepala DLH Surabaya Agus Hebi juniantoro yang menyisir Sungai Kalimas di Kawasan Jalan Ngagel Surabaya.
Setelah menyisir beberapa waktu, tim menemukan warga yang masih mencuci jeroan di sungai. Agus Hebi langsung mengingatkan warga supaya tidak membuang dan mencuci jeroan di sungai. Bahkan, dia juga langsung memberikan glangsing atau karung kepada mereka.
”Pak, tolong jangan dibuang di sungai, kotorannya jangan dicuci di sini, di bung ke TPS (tempat pembuangan sampah) saja,” kata Hebi kepada warga yang mencuci jeroan itu sembari memberikan glangsing kepada mereka.
Dia menjelaskan, apabila jeroan itu dicuci dan bahkan dibuang di sungai dikhawatirkan dapat membahayakan lingkungan. Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah air sungai bisa terkontaminasi karena rumen hewan kurban masih memiliki potensi pembawa penyakit.
”Nyuci jeroan dan rumen nggak boleh di sungai takut sapinya ada penyakit, sehingga nanti air sungai bisa terkontaminasi,” jelas Agus Hebi.
Terlebih lagi membuangnya di tempat sungai kawasan wisata Surabaya, menurut dia dapat merusak estetika. Yakni menyebabkan sungai menjadi bau dan keruh.
”Jangan sampai sudah keruh ditambahi rumen, baunya juga gak bagus untuk wisata. Ini kan tempat wisata. Kalau sampai ada rumen masuk itu mengganggu wisata yang telah dibangun pemkot,” tutur Agus Hebi.
Hebi memastikan, tim dari DLH melakukan operasi yustisi di sungai utama yang dipakai wisata air. Sedangkan sungai pinggiran, sudah minta seluruh lurah dan camat menertibkan wilayah masing-masing.
”Kita kan di ruas utama. Kita sudah bersurat harusnya dengan yang kita infokan ke camat harus ditindaklanjuti camat dan lurah,” ujar Agus Hebi.
Meski begitu, dia sangat berharap ada kesadaran masyarakat untuk menghilangkan kebiasaan berulang mencuci rumen di sungai setiap momen Hari Raya Idul Adha. ”Kebiasaan dari tahun ke tahun persoalan ini. Tapi dengan pengawasan lurah dan camat yang ikut mengawasi, serta ada kesadaran dari warga sendiri, saya yakin ke depannya akan semakin sedikit yang cuci dan buang jeroan di sungai,” ucap Agus Hebi.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
