Manajer Kickboxing Indonesia diperlakukan seperti penjahat di SEA Games 2025. (Instagram/@timnaskickboxing)
JawaPos.com — Diperlakukan seperti penjahat, manajer tim kickboxing Indonesia, Rosi Nurasjati, membeberkan detik-detik dirinya diusir dari arena SEA Games 2025 di Thailand. Peristiwa itu ia alami saat hanya berniat membantu kebutuhan atlet yang tengah berjuang membawa nama Indonesia.
Rosi Nurasjati merupakan manajer tim kickboxing Indonesia sekaligus Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia.
Ia menyampaikan kronologi kejadian tersebut dalam keterangan pers yang dikutip dari Antara pada Selasa (16/12/2025).
Insiden bermula pada Sabtu (13/12/2025) sekitar pukul 19.00 waktu setempat di sekitar Hotel Lasantel Suvarnabhumi, Thailand. Saat itu, Rosi datang untuk mengantarkan vitamin dan buah yang diminta atlet kickboxing Indonesia.
Namun, niat sederhana tersebut berujung pengalaman yang mengagetkan dan menegangkan. Rosi tiba-tiba dihadang dan disergap oleh belasan aparat kepolisian setempat.
Aparat yang mendatanginya membawa senjata lengkap, anjing pelacak, serta mobil patroli. Situasi itu membuat Rosi merasa tidak diperlakukan sebagai ofisial olahraga.
“Saya diperlakukan seperti penjahat,” ujar Rosi dalam keterangan resminya. “Ada belasan polisi bersenjata lengkap membawa anjing pelacak dan mobil patroli hendak menyergap saya dan membawa ke kantor polisi setempat,” lanjutnya.
Rosi mengaku sangat terkejut karena tidak melakukan tindakan melanggar hukum. Ia merasa kehadirannya di lokasi sepenuhnya demi kepentingan atlet Indonesia.
Setelah terjadi ketegangan dengan aparat kepolisian Thailand, Presiden dan Sekretaris Jenderal WAKO datang ke lokasi. Harapan Rosi untuk mendapatkan perlindungan justru berbalik menjadi tekanan baru.
Alih-alih menengahi, WAKO menyampaikan rencana untuk mendeportasi Rosi dari Thailand. Keputusan itu disebut datang secara mendadak tanpa proses klarifikasi yang adil.
Rosi kemudian diminta membuat surat pernyataan tertulis. Surat tersebut mewajibkannya meninggalkan Kota Bangkok paling lambat Minggu (14/12).
Ancaman serius pun disampaikan jika ia menolak menandatangani surat tersebut. WAKO disebut akan mendiskualifikasi seluruh atlet kickboxing Indonesia dari SEA Games 2025.
Tekanan itu tidak hanya menyasar Rosi, tetapi juga berdampak pada pelatih kickboxing Indonesia, Sadarmawati Icen Simbolon. ID card dan paspor Icen disebut terancam ditarik oleh WAKO.
Rosi mengatakan WAKO menjadikan Icen sebagai alat tekanan. Ia menyebut situasinya sangat tidak manusiawi dan memojokkan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
