Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan wakil Jepang di Badminton Asia Championships 2025. (Dok. PBSI)
JawaPos.com - Pelatih sektor ganda putra utama Pelatnas PBSI, Antonius Budi Ariantho terang-terangan mengenai kekurangan yang masih dimiliki Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin.
Leo/Bagas dan Fikri/Daniel termasuk dua pasangan yang diandalkan oleh PP PBSI untuk bisa meraih gelar juara dari sektor ganda putra. Mereka diharapkan dapat menemani seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto untuk berbagi beban sebagai tumpuan.
Namun hingga April, sektor ganda putra belum juga menyumbangkan gelar untuk Indonesia. Padahal, sejumlah turnamen individu elite baik BWF World Tour Super 300 hingga Super 1000 maupun Kejuaraan Asia sudah diikuti.
Pencapaian terbaik Leo/Bagas dan Fikri/Daniel dalam turnamen individu tahun ini hanyalah runner-up. Mereka berhasil melaju ke final, namun gagal menjadi juara.
Leo/Bagas misalnya, mampu menembus final turnamen BWF World Tour S1000 All England 2025. Mereka kalah dari pasangan Korea, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Capaian terbaik kedua dari duet tersebut adalah mendapatkan medali perunggu Badminton Asia Championships (BAC) alias Kejuaraan Asia 2025. Artinya Leo/Bagas menjadi semifinalis.
Sementara Fikri/Daniel, dua kali berhasil menjadi runner-up. Namun dua final yang mereka capai adalah turnamen BWF World Tour S300, yakni Thailand Masters 2025 dan Swiss Open 2025.
Tapi, Fikri/Daniel sempat naik podium tertinggi dalam Badminton Asia Mixed Team Championships (BAMTC) 2025. Mereka jadi andalan tim Indonesia untuk sektor ganda putra dalam turnamen beregu tersebut.
Antonius Budi Ariantho sebagai pelatih ganda putra utama Pelatnas PP PBSI mengungkapkan, setidaknya ada dua pekerjaan rumah (PR) besar yang harus mereka bereskan.
"Evaluasi dari beberapa bulan turnamen yang diikuti, untuk Leo/Bagas dan Fikri/Daniel itu yang perlu ditambah adalah power dan kekuatan ketahanan," kata Antonius dalam keterangan PP PBSI, Minggu (13/4).
"Secara daya juang dan pola permainan sudah cukup bagus tapi dengan intensitas yang tinggi di ganda putra bahkan sejak babak pertama, diperlukan kombinasi power, baik saat menyerang dan bertahan dan ketahanan yang baik," tambahnya.
Menurut Antonius, dua aspek itu sangat diperlukan mengingat kekuatan ganda putra dunia sekarang sudah merata. Sehingga pertandingan dari babak 32 besar dalam turnamen elite tidak bisa mudah dimainkan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
