Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 17.36 WIB

Misteri Hilangnya Atlet Taekwondo Fidya Kamalindah Terkuak: Bukan Diculik, Tapi Kabur Karena Disiksa

Fidya Kamalindah menuturkan kronologi dirinya kabur dari rumah. (Instagram @ryukijanessa)

JawaPos.com — Fidya Kamalindah, atlet taekwondo asal Bandung, akhirnya angkat bicara setelah 10 tahun menghilang. Dalam video yang beredar di media sosial, Fidya menegaskan dirinya tidak pernah diculik.

Fidya memastikan ia keluar rumah atas keinginannya sendiri tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Ia mengaku mengambil keputusan itu karena tidak tahan dengan perlakuan kasar yang diterimanya dari orang tuanya.

Atlet berusia 30 tahun itu mengatakan sering mengalami kekerasan fisik dan mental selama menekuni dunia taekwondo. Karena itulah, pada usia 21 tahun, Fidya memberanikan diri untuk meninggalkan rumah.

"Saya Fidya Kamalindah, saya di sini mau menanggapi pemberitaan di media sosial tentang diri saya, yang pertama terkait kasus penculikan, saya mau bilang bahwa itu adalah fitnah," kata Fidya dalam video yang diunggah di akun Instagram.

Dia mengungkapkan keputusannya itu juga didorong oleh tabungan yang berhasil dikumpulkannya dari usaha berjualan online.

"Saya baru berani keluar rumah di usia 21 tahun, setelah bertahun-tahun dapat siksaan lahir batin. Karena saya mikir saya udah besar, saya udah berani, karena saat itu saya punya tabungan juga dari jualan online," ungkapnya.

Setelah kabur, Fidya bertemu dengan seorang pria yang kini menjadi suaminya. Mereka menikah di bawah tangan dengan wali hakim di Bekasi, dan saat ini telah dikaruniai seorang anak.

"Terus setelah saya kabur dari rumah, saya ketemu laki-laki yang Alhamdulillah nerima saya yang sekarang jadi suami saya. Saya menikah dengan beliau di bawah tangan wali hakim di Bekasi saat itu dan sekarang saya udah punya anak," tuturnya menambahkan.

Fidya juga membantah tuduhan suaminya terlibat dalam penculikan dirinya. Ia menegaskan keputusannya keluar rumah adalah murni keinginan sendiri tanpa ada campur tangan orang lain.

Kasus ini sempat dilaporkan oleh ayah Fidya, Hindarto, ke Polda Jabar pada Januari 2016. Saat itu, Fidya sedang mengandung empat bulan dan keberadaannya akhirnya terungkap.

Seiring berjalannya waktu, keluarga Fidya pun akhirnya menyadari Fidya pergi atas keinginannya sendiri. Orang tua Fidya pun mengakui tidak ada unsur penculikan dalam kasus ini.

"Seiring berjalannya waktu, melihat kerasnya gimana babeh dan orang-orang yang di belakang babeh ini gimana kerasnya mereka, akhirnya mereka sendiri yang berbesar hati. Oh ternyata Fidyah ini nggak diculik, kok, Fidya ini nggak ada diapa-apain sama suaminya, bahkan Fidya ini dengan sadar keluar dari rumah. Kita nggak punya hak untuk menahan anak ini. Sampai bahasanya seperti itu kan?" ungkapnya.

Fidya berharap polemik ini segera berakhir dan meminta publik tidak lagi memperkeruh situasi. Ia hanya ingin hidup damai bersama keluarga kecilnya tanpa gangguan dari siapa pun.

"Untuk netizen, maaf yah karena ini masalah keluarga, bukan masalah kasus culik menculik, karena nggak ada yang diculik di sini," kata Fidya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore