PP PBSI periode 2024-2028 melibatkan banyak mantan atlet sekaligus legenda bulu tangkis Indonesia. (Dok: PBSI)
JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, menaruh ekspektasi tinggi kepada PP PBSI periode 2024-2028. Dia berharap bulu tangkis bisa meraih emas olimpiade lagi, bahkan lebih banyak di Olimpiade Los Angeles 2028.
Kepengurusan baru PBSI telah dilantik di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Sabtu (30/11) malam. Total ada 61 orang yang terlibat menjadi pengurus PBSI periode 2024-2028.
Dari jumlah itu, banyak sosok-sosok ternama yang dilibatkan, seperti para mantan atlet sekaligus legenda bulu tangkis Indonesia yang dipercaya oleh Ketua Umum PBSI, Mohammad Fadil Imran, masuk dalam kepengurusan.
Setidaknya ada 12 mantan pebulu tangkis Indonesia yang dapat jabatan. Misalnya Taufik Hidayat, peraih emas Olimpiade Athena 2004 yang ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum I bidang pembinaan dan prestasi PBSI. Taufik juga merupakan Wamenpora RI sekarang.
Lalu, untuk posisi sekretaris jenderal, Fadil memilih Ricky Soebagdja menempati posisi tersebut. Pemilik emas Atlanta 1996 sektor ganda putra itu dapat 'promosi' setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres).
Adapun posisi Kabid Binpres PBSI yang ditinggalkan oleh Ricky Soebagdja, kini diisi oleh Eng Hian. Dia juga bukan sosok asing di Pelatnas PBSI. Sebelumnya peraih medali perunggu Olimpiade Athena 2004 sektor ganda putra itu merupakan pelatih ganda putri.
Eng Hian adalah sosok yang membantu Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 (2021) lalu. Dia sudah berada di Pelatnas PBSI sejak 2014.
Nantinya Eng Hian akan bekerja sama dengan Mulyo Handoyo sebagai koordinator tim pelatih di Pelatnas PBSI. Sosol Mulyo selama ini dikenal sebagai pelatih yang mengantarkan Taufik Hidayat mendapatkan emas di Athena 2004.
Selain mereka, ada juga sosok seperti Greysia Polii dan Christian Hadinata sebagai TKUPP, Kevin Sanjaya Sukamuljo sebagai anggota deputi urusan strategis, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir sebagai duta juara. Kemudian Shendy Puspa Irawati sebagai staf koordinator tim penunjang dan Yuni Kartika sebagai ketua sub bidang hubungan media dan dokumentasi.
“Saya apresiasi kepengurusan ini yang merangkul semua pihak mulai dari mantan atlet berprestasi hingga (pelaku) industri,” ujar Menpora Dito.
Dengan komposisi pengurus sekarang, Dito meyakini bahwa PBSI akan serius membangkitkan bulu tangkis Indonesia. Pada Olimpiadr Paris 2024, bulu tangkis hanya mampu menyumbang satu keping medali perunggu atas nama Gregoria Mariska.
Nah, di Olimpiade LA 2028, Dito berharap besar agar bulu tangkis bisa meraih medali emas lagi. Dia bahkan ingin kepingnya lebih banyak, tak cuma satu.
"Saya sampaikan juga ke mas wamen (Taufik), justru ini ekspektasi masyarakat akan sangat tinggi karena mungkin ini baru pertama dalam sejarah dari olimpian khususnya cabor badminton ini memimpin Kemenpora," kata Dito.
"Jadi di 2028 Olimpiade Los Angeles kita benar-benar sangat mengharapkan badminton jadi kontributor medali emas yang banyak. Semoga bisa mencetak sejarah," imbuhnya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
